Madzab Dalam Agama Budha

Budha, http://artikelbuddhist.com


Buddha merupakan sebutan bagi seseorang yang telah mencapai Penerangan Sempurna. Buddha berarti yang sadar, sedangkan Penerangan Sempurna merupakan suatu tingkat kondisi batin yang telah berkembang sehingga menyadari kenyataan atau kebenaran dalam kehidupan.
Orang yang telah mencapai Penerangan Sempurna itu adalah Siddhatta Gotama. Seseorang yang lahir sebagai putra mahkota dan hidupnya penuh kemewahan. Setelah berusia 29 tahun dia melihat sesuatu yang menggugah dirinya untuk mencari kebenaran dan membebaskan diri dari penderitaan dengan meninggalkan keluarganya dan melakukan pertapaan. Pada usia 36 tahun dia akhirnya mendapatkan yang dicita-citakannya yaitu mencapai Penerangan Sempurna sewaktu bertapa di bawah pohon Boddhi. Oleh karena itu, dia mendapatkan gelar Buddha Gotama
Selama 45 tahun Buddha menyebarkan ajaran-ajarannya kepada manusia. Ajaran-ajaran tersebut diajarkan secara turun-temurun dan akhirnya ditulis dalam kitab-kitab yang memuat ajaran Buddha. Kitab-kitab tersebut disebut dengan nama Tripitaka, yang artinya tiga keranjang atau tiga kelompok yang terdiri dari: 1) Vinaya Pitaka 2) Sutta Pitaka 3) Abhidhamma Pitaka. Dan kitab-kitab tersebut ditulis dala bahasa Pali sebagaimana Buddha mengajarkannya kepada murid-muridnya.
Sebagaimana agama-agama lainnya, agama Buddha juga mengalami perkembangan. Agama Buddha yang berdiri lebih dari dua millenieum lalu juga tidak terlepas dari hal tersebut dan terdapat juga madzab di dalam agama ini, yaitu:
1.      Mazhab Theravada, yang cendurung mempertahankan kemurnian agama Buddha yang bersumber dari tripitaka.
2.      Mazhab Mahayana, yang cenderung mempertahankan makna-makna hakiki ajaran Buddha.
Agama Buddha pertama kali tercatat dalam sejarah Indonesia yaitu ketika berdirinya Kerajaan Kalingga di Jepara. Di pulau Sumatera agama Buddha mengalami masa keemasannya pada masa Kerajaan Sriwijaya dan di pulau Jawa mengalami masa keemasannya pada masa Kerajaan Mataram di Jawa Tengah dan Kerajaan Majapahit di Jawa Timur. Setelah mengalami masa kemunduran, agama Buddha akhirnya mengalami masa kebangkitan kembali sejak kedatangan Bhikku Narada dari Sri Langka pada tahun 1934. Dan sejak kedatangan tersebut, agama Buddha terus mengalami perkembangan sampai saat ini.
Agama Buddha atau ajaran Buddha lebih merupakan jalan hidup dari pada dikatakan sebagai agama ataupun filsafat, sebab ajaran Buddha merupakan suatu perangkat sistem keyakinan untuk membebaskan diri dari penderitaan. Keyakinan agama Buddha akan muncul dari penelitian dan analisis pikiran yang mendalam oleh siapapun orangnya. Dan ajaran ini merupakan ajaran yang bercorak pragmatis dalam hal menangani permasalahan hidup.

Pokok-pokok ajaran Buddha terdiri dari enam unsur berikut:
1.      Tiga Permata, yaitu Buddha, Dhamma dan Sangha yang masing-masing memuat nilai kesucian yang mutlak. Dan itulah hakikat Ketuhanan Yang Maha Esa.
2.      Empat Kesunyian Mulia dan Jalan Utama Berunsur Delapan, yang berupa ajaran Buddha yang terdiri dari:
a.       Esensi hidup adalah penderitaan
b.      Sebab penderitaan adalah nafsu keinginan
c.       Akhir penderitaan disebabkan padamnya nafsu keinginan
d.      Jalan untuk mengakhiri adalah Jalan Utama Berunsur Delapan, yaitu:
1)      Pengertian Benar
2)      Pikiran Benar
3)      Ucapan Benar
4)      Perilaku Benar
5)      Mata Pencaharian Besar
6)      Daya Upaya Benar
7)      Perhatian Benar
8)      Konsentrasi Benar

3.      Tiga Corak Umum, yaitu terdiri dari:

a.       Ketidak kekalan segala sesuatu yang terjadi dari perpaduan
b.      Kelangsungan terus-menerus (proses) segala sesuatu yang terjadi dari perpaduan
c.       Ketanpa intian segala sesuatu yang ada
4.      Hukum Karma dan Tumimbal Lahir, yaitu akibat perilaku dan kesinambungan hidup.
5.      Hukum sebab musabab yang saling berkaitan, yaitu segala sesuatu itu selalu berlangsung dan menjadi dan tidak ada sesuatu yang final, semuanya serba menjadi.
6.      Kebebasan Penderitaan, bukanlah merupakan surga melainkan merupakan keadaan tidak ada kehidupan lagi, sehingga tidak ada lagi kelahiran, usia tua, sakit, dan kematian lagi.

Dan disini dijelaskan sedikit mengenai pandangan yang keliru mengenai agama Buddha yaitu:
1.      Agama Buddha merupakan penyembah berhala atau paganisme.
2.      Penyamaan antara Klenteng dan Vihara.
3.      Ajaran Buddha mengajarkan sikap pesimistis.
4.      Umat Buddha merupakan umat vegetarian.
5.      Umat Buddha harus menjadi Bhikku atau Bhikkuni.
6.      Agama Buddha merupakan agama pertapaan.

Baca Juga: Pembagian Zaman Dalam Agama Hindu

1 comment: