Showing posts with label ISLAM MINORITAS. Show all posts
Showing posts with label ISLAM MINORITAS. Show all posts
Sejarah Umat Islam Minoritas di Korea Selatan, malangtoday.net
BAB 1
PENDAHULUAN

1.1 Latar Belakang

Islam iyalah agama yang mengimani satu Tuhan, yaitu Allah. Dan Islam adalah agama rahmatan lil a’lamin, tidak ada paksaan untuk memeluknya, dan menjadi petunjuk bagi seluruh umat di bumi tak terkecuali bagi warga Republic of Korea atau Korea Selatan.  Islam adalah salah satu agama yang perkembangannya sangat cepat hingga ke belahan dunia. Dengan lebih dari satu seperempat miliar orang dunia beragama Islam. Persebaran Islam di berbagai belahan dunia memiliki cara penyebaran yang berbeda-beda. Ada yang disebarkan melalui peroses politik, perdagangan, penaklukan, perkawinan dan sebagainya. Karena persebaraan ini terciptalah Islam minoritas dan juga mayoritas.
Dalam kamus besar Bahasa Indonesia Mayoritas di artikan sebagai jumlah orang terbanyak dengan ciri-ciri kenampakan tertentu berdasarkan suatu patokan jika dibandingkan dengan jumlah yang lain dimana tidak terlihat ciri tertentu yang sama. Sementara Minoritas adalah golongan atau kelompok sosial yang jumlah warganya jaul lebih kecil apabila di bandingan dengan kelompok atau golongan lainnya dalam tatanan masyarakat. Oleh karena itu jumlahnya yang sedikit  mereka yang minoritas sering di diskriminasi.
Salah satu negara yang pemeluk Islam minoritas adalah Korea Sealatan. Islam mula-mula di kenalkan kepada bangsa korea oleh tentara Turki yang ikut serta dalam perang Korea sebagai salah satu negara dari 16 negara anggota PBB yang berpihak kepada korea selatan. Hingga saat ini agama Islam dikorea semangkin berkembang.

1.2 Rumusan Masalah
Dari uraian di atas dapat ditarik rumusan masalah sebagai berikut:
1. Bagaimana Sejarah Masuknya Islam ke Korea Selatan?
2. Bagaimana Berdirinya Korea Muslim Federation (KMF)?
3. Bagaimana Kasus Islam Minoritas di Korea Selatan?
1.3 Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penyusunan makalah ini antara lain:
1. Untuk Mengetahui Sejarah Masuknya Islam ke Korea Selatan.
2. Agar Mengetahui Peroses Berdirinya Korea Muslim Federation (KMF).
3. Mengetahui Kasus Kasus Islam Minoritas di Korea Selatan.

BAB II
PEMBAHASAN

2.1 Sejarah Masuknya Islam di Korea Selatan.
Agama Islam pertama kali masuk ke semenanjung Korea pada abad ke-9 M masa Dinasti Silla melalui pedagang Muslim Arab dan Persia. Pada abad 13-14 M masa Dinasti Koryo, banyak Muslim yang datang ke Semenanjung Korea kemudian menetap secara permanen dan berasimilasi ke dalam masyarakat Korea. Namun pada abad ke-15 M masa Dinasti Joseon, agama Islam dan orang Muslim tidak bisa masuk karena pemerintah kerajaan mengeluarkan kebijakan melarang masuknya budaya asing (mengisolasi). Sejak itu kontak antara Korea dengan dunia Islam terputus. 
Islam mulai dikenal kembali oleh orang Korea pada saat kedatangan pasukan tentara perdamaian Turki saat terjadi perang Korea tahun 1950-1953 M. Tahun 1950 M di bawah perintah PBB Turki mengirimkan sejumlah besar pasukannya untuk membantu Korea Selatan saat perang dengan Korea Utara. Bersama tentara Turki yang disertai seorang imam bernama Abdulghafur Kara Ismail, benih agama Islam perlahan mulai masuk dan berkembang melalui dakwah pasukan Turki yang menetap di sana. Dan Tentara yang terkenal sangat aktif dalam dakwah Islam ialah Zubair . Pasukan perdamaian Turki membantu orang Korea Selatan dalam bidang kemanusiaan, memberi makanan, membangun sekolah, dan mendakwahkan Islam ke penduduk Korea. Banyak orang Korea yang membangun hubungan dengan Tentara Turki, karena terkesan oleh gaya hidup Islam mereka, terutama ketika melihat gerakan sholat berjamaah, mendengarkan suara adzan dan bacaan al-Qur’an. Beberapa orang Korea akhirnya memeluk Islam dan menjadi unsur pertama komunitas Muslim yang segera tumbuh jumlahnya. Dalam bidang sosial tentara Turki juga membantu janda dan anak-anak korban peperangan. 
Turki mengumpulkan dan membantu mereka, kemudian mendirikan sebuah sekolah bernama Ankara School. Aksi kemanusian ini menarik simpati dan menyentuh hati warga setempat akhirnya menimbulkan keharuan di masyarakat Korea. Beberapa orang Korea kemudian tertarik untuk mengenal agama tentara Turki, mereka bertanya dan belajar Islam hingga akhirnya bersyahadat masuk Islam (Muallaf). Ketika kontingen Turki meninggalkan Korea Selatan untuk pulang ke negerinya, orang-orang Muslim Korea Selatan pertama mulai berusaha menyebarkan Islam di kalangan rekan-rekannya, saudara dan tetangga. Jumlah Muslim Korea pertahunnya terus bertambah. Dan tahun 1955 M agama Islam diresmikan menjadi salah satu agama di Korea Selatan. Agama Islam kemudian berkembang tahun 1970-an melalui organisasi masyarakat Muslim Korea yaitu Korea Muslim Federation (KMF). Pada tahap awal organisasi ini melakukan dakwah Islam di Korea melalui pendidikan, media massa. 
Pada abad ke-21 M, Korea Selatan mengalami perkembangan pesat dalam berbagai bidang terutama teknologi, sehingga menjadi negara maju dan diakui dunia internasional. Hal tersebut menjadikan negara ini banyak dilirik para pekerja, wisatawan, dan mahasiswa dari berbagai negara. Selain menjadi pusat kecantikan dengan operasi plastik, pusatnya K-Pop, K-Drama, tempat produksi barang-barang otomotif dan elektronik dengan merek yang mendunia (seperti Samsung, LG, Hyundai, Deawo, dan KIA), Korea Selatan juga menjadi rumah bagi sekitar 200.000 Muslim. Yang menarik adalah 75.000 diantaranya adalah penduduk asli Korea yang terdiri dari para muallaf. Mereka ini terdiri dari guru besar (profesor), doktor, ahli hukum, ahli ekonomi, penguasa, pegawai negeri, tentara, mahasiswa, petani. 

2.2 Berdirinya Korea Muslim Federation (KMF)
15 September 1955 M agama Islam diresmikan menjadi salah satu agama di Korea Selatan dan diikuti oleh pemilihan imam pertama Korea, yaitu Muhammad Yoon Doo Young. Setelah itu mereka juga membangun hubungan dengan negara-negara Muslim di seluruh dunia dari Malaysia sampai Maroko. 
Pada bulan Mei 1965 M kelompok kepemimpinan Muslim Korea  mengumpulkan  semua  umat  Muslim  yang  ada  di  korea untuk berkumpul di Masjid pusat. Dalam perkumpulan ini mereka membentuk sebuah organisasi  yang bernama Korea Muslim Federation (KMF) dengan ketuanya Haji Sabri Suh Jung Kil, sekertaris Abdul Aziz Kim. Kemudian merencanakan 6 strategi khusus untuk menyebarkan gerakan keagamaan mereka di Korea, diantaranya:
1. Muslim mengunjungi rumah teman non-Muslim untuk tujuan meyakinkan atau mengajak mereka menjadi Muslim.
2. Al-Qur’an, hadis dan berita dari dunia Muslim akan dicetak dan dibagikan kepada umat Muslim.
3. Buku agama Islam mengenai Kesalah pahaman Agama harus diterjemahkan ke dalam bahasa Korea dan dibagikan/disebarkan seluas mungkin.
4. Diadakan seminar satu jam setiap hari minggu di masjid dengan diskusi yang dipimpin oleh Muslim asing.
5. Diadakan kelas bahasa Arab setiap hari minggu di masjid.
6. Informasi tentang Islam akan dirilis ke berbagai media berita. 

Pada Januari 1969 M organisasi KMF diakui sebagai badan hukum oleh Departemen Kebudayaan dan Penerangan Korea, selain itu juga diberi ijin oleh pemerintah Korea Selatan dengan Nomer Perijinan 114.67.3.13. Organisasi ini secara resmi dibuka untuk mengebangkan dakwah Islam di Korea Selatan secara jelas agar kegiatan dakwahnya menjadi meningkat. Pada bulan Juni 1969 M, KMF mulai menerbitkan koran bulanan The Korea Islamic Herald (KIH) untuk memperkenalkan ajaran Islam dan keadaan perkembangan agama Islam di Korea. KIH melaporkan kegiatan dakwah Islam di Korea secara rinci dengan mengunakan bahasa Korea dan Inggris. Organisasi KMF adalah organisasi Islam pertama dan satu- satunya di Korea Selatan yang berawal dari suatu komunitas masyarakat Muslim asli penduduk Korea. Misinya adalah berusaha untuk mengubah citra Islam dari kekerasan untuk damai. Para pemimpin Muslim Korea mencari beberapa cara untuk bisa menyebarkan Islam di Korea dengan cara damai.  Selain  itu  mereka  juga  membuka  beberapa  seminar untuk Muslim dan non-Muslim Korea tentang isu-isu yang beragam dalam teologi Islam dan toleransi beragama. KMF juga mengadakan keanggotaan kelas beberapa kali dalam setahun, semua Muslim harus menghadiri kelas-kelas ini untuk menjaga keanggotaan mereka. Melalui kerjasama KMF dengan negara-negara Muslim, pada bulan Desember tahun 1976 M ada sekitar 53 pemuda Muslim Korea memperoleh pendidikan Islam di Indonesia, Malaysia, Pakistan, Saudi Arabia, Mesir, Libia, dan Maroko. Pada tahun 1977 melalui sponsor Muhammadiyah (organisasi agama Islam Indonesia) 17 pemuda Muslim Korea pergi ke Indonesia untuk menambah pengetahuan mereka dalam studi Islam. 

2.3 Kasus Islam Minoritas di Korea Selatan.

a) Pengeboman di Gedung WTC 11 September 2001
Setelah serangan ini terjadi sebagian dari orang korea yang tidak mengenal agama islam maka mereka menganggap Islam itu adalah agama teroris, dan ada yang menganggap islam dan  Isis itu sama. Setelah kejadian ini Islam di pandang Negatif oleh sebagian orang Korea.

b) Penyanderaan warga korea yang beragama Keristen (dalam kegiatan gereja) di Afghanistan 
Sebuah organisasi yang akan melansungkan aksi kemanusian pada musim panas tahun 2007 lalu. Sebanyak 23 pemuda Korea Selatan di culik dan di sandera oleh Thaliban. Kebanyakan dari mereka adalah perempuan, berusia mulai dari 20-30 tahun. Dua di antara mereka tewas di bunuh oleh Thaliban. Dan pada waktu itu di depan masjid sentral sebagian kecil masyarakat  melakukan demonstrasi kecil untuk menentang penyendraan itu. Karena kejadian ini beberapa Muslim di Korea mendapat diskriminasi.
c) Dilarang azan (subuh) menggunakan mikrofon disalah satu masjid yang berada di Changwon
Sayydina Billal adalah Masjid yang di bangun  pada tahun 2011 oleh WNI yang ada di korea. Biaya pembangunan mencapai 5,6 milyar. Pada awal penggunaan masjid Sayydina Billal masyarakat yang tinggal berdekatan dengan masjid ini merasa keberatan apabila menggunakan mikrofon pada saat azan Subuh. Namun untuk saat ini semua aktifitas di masjid yang menggunakan mikrofon sudah di perbolehkan.
d) Drama Korea yang di anggap menghina Islam
Sebuah karya yang beredar di industri hiburan biasanya diciptakan untuk tujuan menghibur semata, demi memenuhi hasrat penonton. Namun ada beberapa hal yang dianggap tabu juga ternyata ada yang dimasukkan ke dalamnya, termasuk unsur agama. Sayangnya, masih ada drama yang ternyata dianggap menyalah gunahkan simbol agama hingga dianggap menghina. Salah satunya, drama yang tayang di MBC bertajuk Man Who Dies to Live. Diperankan oleh Choi Min Soo, Kang ye Won, dan Shin Sung Rok. Beberapa adegan dalam drama ini dinilai menyerang umat Muslim, khususnya melewati beberapa simbol yang di anggap sakral. Di salah satu posternya, terlihat Choi Min Soo duduk santai dengan kakinya yang terlunjur. Sementara di depannya ada kitap yang terlihat persis seperti Al-Quran, kitap suci umat Islam.

BAB III
PENUTUP
A. Kesimpulan
Islam adalah salah satu agama yang ada di Korea Selatan. Dan juga agama Islam di terima dengan baik di sana. Islam mulai tersebar di Korea berawal dari kedatangan pasukan tentara perdamaian Turki saat terjadi perang Korea tahun 1950-1953 M . Tahun 1950 M di bawah perintah PBB Turki mengirimkan sejumlah besar pasukannya untuk membantu Korea Selatan saat perang dengan Korea Utara. Dan masyarakat Korea yang beragama Islam di sana mendirikan sebuah organisasi yang bernama Korea Muslim Federation. Organisasi ini di bentuk Pada bulan Mei 1965 M. Kelompok kepemimpinan Muslim Korea  mengumpulkan  semua  umat  Muslim  yang  ada  di  korea untuk berkumpul di Masjid pusat. Dalam perkumpulan ini mereka membentuk sebuah organisasi yang yang bernama Korea Muslim Federation (KMF) dengan ketuanya Haji Sabri Suh Jung Kil, sekertaris Abdul Aziz Kim. 

B. Saran
Penulis memahami bahwa dalam makalah ini masih banyak terdapat kekurangan, baik itu dari kaidah penulisan, struktur penyusunan dan lain sebagainya. Untuk itu diharapkan keritikan dan masukan dari teman-teman,sehingga dapat saya jadikan sebagai bahan acuan untuk memperbaiki karya tulis selanjutnya.


DAFTAR PUSTAKA


Umayyatun, Siti. 2017.Masyarakat Muslim di Korea Selatan. Jurnal Vol.11 No.2.
Hadi, Nur. 2012. Sejarah Kebudayaan Islam. Erlangga:Jakatra
Haq, Abdul. 1985.Gerakan Islam di Korea dan Indonesia. Dua Dimensi: Yogyakarta.

Sejarah Umat Islam Minoritas di Thailand, cloudfront.net
BAB I
Pendahuluan 

1. Latar belakang
Thailand adalah salah satu negara yang berada di kawasan ASEAN. Sistem pemerintahan negara ini adalah monarki konstitusional di bawah kuasa junta militer. 
Islam diperkirakan masuk ke wilayah thailand sejak akhir abad 15. Penyebaran ini tak lepas dari peran pedagang serta para pendatang yang mengunjugi thailand sekitar abad tersebut.
Muslim tersebar diseluruh thailand, namun karena thailand adalah sebuah negara yang memakai buddha sebagai agama mayoritas keberadaan muslim menjadi minoritas. Minoritas muslim terbanyak dapat ditemukan di daerah selatan thailand, mereka adalah muslim-melayu yang dahuluya berada dibawah kekuasan kesultanan patani.
Sejak tahun 1902 kesultanan patani bergabung menjadi bagian dari kerajaan siam, sejak saat itu kerajaan siam melakukan berbagai cara untuk menggabungkan budaya muslim-melayu dengan budaya budha-thai, proses ini terjadi bertahun-tahun dan menimbulkan reaksi berupa pemberontakan dan pembentukan front perjuangan dikalangan minoritas daerah selatan. Sementara itu, berbeda dengan kondisi muslim di daerah selatan, muslim diwilayah lainnya mampu hidup berdampingan. 

2. Rumusan Masalah
A. Bagaimana kondisi minoritas muslim di thailand?
B. Apa saja organisasi muslim yang terbentuk di thailand?
C. Apa saja rintangan yang dihadapi umat muslim di thailand?
 

BAB II
PEMBAHASAN

A. Kondisi muslim di thailand? 
Muslim di thailand tersebar diseluruh daerah thailad dengan beberapa daerah yang memiliki perentas lebih banyak yaitu daerah selatan, daerah utara epatnya di Chiang Rai, dan daerah ibu kota.  Minoritas muslim thailand paling banyak ditemukan didaerah Thailand Selatan. Daerah selatan dulunya bukanlah termasuk dalam wilayah thailand, daerah dulunya masuk dalam wilayah melayu yang berdiri kerajaan-kerajaan kecil, didaerah selatan Thailand  saat ini dulunya berdiri sebuah kerajaan yaitu kerajaan atau kesultanan Pattani.
Islam masuk kewilayah thailand secara diduga dibawa oleh pedagang dari daerah-daerah yang berbeda seprti India, China, Malay-Indonesia, Myanmar, dan Kamboja. Pedagang Arab dan India adalah pionir dalam membawa islam ke negeri ini. Penyebaran ini juga terbantu dengan adanya pengunjung ke Kerajaan Ayudhya yang membawa islam, penyebaran ini juga datang dari orang Muslim Sulawesi yang melarikan diri dari penganiyayaan Belanda sekitar tahun1666 dan 1667, dan juga ada yang datang sebagai imigran dairi selatan China. Persentase muslim terbanyak menghuni thailand bagian selatan. 
Daerah selatan dulunya adalah wilayah Kerajaan Patani. Sebuah kerajaan kesultaan islam yang berbudaya melayu. Daerah kekuasaan kerajaan ini meliputi kawasan Pattani, Yala, Narathiwat, Songkhla, Kelantan, Trengganu hingga Petaling. Kerajaan Patani saat itu adalah wilayah strategis penyebaran islam sebab Pattani adalah  satu-satunya kota pelabuhan yang artinya para penyebar islam bersinggungan langsung dengan masyarakat Pattani, Pattani juga adalah pusat perdagangan islam di perairan laut cina selatan pada masa itu yang memungkinkan proses islamisasi berkambang terus menerus. 
Menjelang akhir abad 15 dan awal abad 16, islam sudah menyebar luas di daerah patani. Pada akhir abad ke-17 kerajaan patani mengalami kemunduran hingga pada tahun 1785 Kerajaan Patani jatuh ke tangan kerajaan siam yang kala itu dipimpin oleh Raja Rama I. Jatuhnya Kerajaan Patani ketangan kerajaan siam menjadikan muslim patani sebagai minoritas dibawah kekuasan keraajaan siam. Meski patani jatuh ketangan sebuah kerajaan yang berlandaskan budha yang kuat, patani tetap mempertahankan adat melayu dan keislaman mereka. hal ini membuat pemerintahan siam menerapkan kebijakan yang bertujuan meangasimilasi daerah muslim-melayu dengan siam.  
Pada akhir 1901 dan awal 1902, patani memberikan reaksi terhadap perlakuan yang mereka terima, dimulai dengan meminta bantuan dari malaya namun tidak ada tanggapan, patani kemudian melakukan perlawanan yang dipimpin oleh Sultan Abdul Kadir, raja patani terakhir, namun pemberontakan ini berakhir dengan ditangkap dan diasingkannya sultan abdul kadir ke muang thai utara. Pada 1909 “pakta Anglo-Siam” atau “Anglo-Siame Treaty” ditandatangani oleh pihak inggris dan siam, yang mengukuhkan kepemilikan siam atas wilayah Kerajaan Patani. Pada 1921 penggunaan bahasa melayu dikurangi dengan mengganti pengantar bahasa disekolah dengan bahasa thai serta penekanan dalam pajak yang  membuat kehidupan ekonomi kala itu menjadi sulit. Setelah itu pada 1922  dimluai lagi pemberontakan Namsai oleh kerabat raja patani terhadap pejabat budhis yang dihentikan oleh pemerintah pusat. 
Pada awal abad  20 M, terjadi transformasi konstitusi  yang merubah sistem pemerintahan menjadi monarki konstitusional. pada saat ini muslim dilibatkan dalam pemilihan anggota parlemen dan menimbulkan harapan atas otonomi , namun sistem pemerintahan ini rupanya hanya sebuah langkah untuk berkuasanya sebuah partai. Pada 1932 terjadi kudeta militer oleh seorang  perwira militer Phibun Songkhram yang sangat chauvinistik, ia merubah nama siam menjadi Thai yang merujuk pada maksud bahwa thai adalah untuk ras thai, proyeknya kemudian dikenal dengan sebutan “thai people truly thai” proyek ini menjadikan  muslim-melayu pada masa ini dipaksa menjadi satu dengan Thai yang artinya juga harus berkepercayaan budha serta menerapkan kebudayaan budha-thai dalam kehidupan.   
Pada 1944 kekuasaan pibul songkram lengser dari jabatannya. Muncul pemerintah baru yang terlihat lebih toleran terhadap etnis minoritas, proyek asimilasi paksa dihentikan dan dikeluarkan patronage of islam Act atau “mengayomi islam”  pada 3 mei 1945 undan-undang ini digadang sebagai bentuk dukungan pusat terhadap muslim-melayu Dalam uu ini, pemimpin agama menjadi sah, dan kedudukan ulama adalah terhormat dalam anggota dewan islam, undang-undang ini terlihat memihak muslim  namun sjatinya, undang-indang ini tdk memberi keuntungan untukmelayu sebab tujuan dibentuknya UU ini adalah untuk mengontrol dan mengatur kegiatan keagamaan kaum muslim. 
Pemberontakan atau perlawanan minoritas lainnya dikenal dengan pemberontakan ulama, salah satu tokoh utama pemberontakan ini  adalah Haji Muhammad Sulong, pada 1974 ia memimpin sebuah aksi menuntut otonomi hukum bagi orang melayu-muslim.  Pada 1948 Phibul Songkhram naik lagi ke panggung politik yang menimbulkan amarah dari muslim-melayu yang pernah ditindasnya hingga terjadi pemberontakan oleh Haji Sulong dan puluhan ribu pengikutnya, akibat peristiwa berdarah ini terbunuh ratusan orang dan melayu-muslim banyak yang melarikan diri  ke Malaka. Aksi perlawanan yang dipimpin haji sulong ini mendapat perhatian pers dunia yang mengakibatkan tekanan politik terhadap pemerintah thailand  semakin kuat dan untuk pertama kalinya permasalahan muslim-melayu di thailand masuk dalam agenda PBB dan liga arab. Namun tekanan itu tidak menyurutkan poyek asimilasi thailand hingga kemudian pemerintahan Phibun Berakhir oleh orang militer lainnya yaitu Sharit Thanarat. 
Pada pemerintahan Sharit Thanarat muslim-melayu diperlakukan lebih baik, namun proses asimilasi tetap berjalan meski tidak secara terang-terangan dan menjadi salah satu intrik politik penguasa ini. Sharit Thanarat memberlakukan program pendidikan pondok, yang mana pondok dinilai sebagai benteng terakhir umat islam disana juga dimasuki nilai-nilai thai. Mereka memberi imimng-iming beasiswa, bantuan keuangan menjadi pemicu utama. Pada masa ini terjadi pula perubahan struktur perekonomian yang memperburuk kondisi ekonomi di daerah Thailand Selatan. Setelah pemerintahan Sharit, pemimpin selanjutnya kembali melakukan asimilisai yang keras seperti pemaksaan pemakaian nama thai untuk muslim-melayu hingga mau membunuh siapa saja yang enggan mengganti nama mereka, juga ada perpindahan paksa penduduk thai-budha ke daerah Thailand Selatan semakin memperkeruh kondisi keislaman daerah Thailand Selatan serta berimbas pada perekonomian diwilayah Thailand Selatan.  
Pada pemerintahan terakhir dibawah pimpinan raja Bhumibol Addulyadej kondisi muslim di Thailand selatan sedikit membaik. Raja Bhumibol dinobatkan oleh rakyat thailand sebagai bapak bangsa yangberada diatas politik sebab sering menjadi penengah dalam ketegangan politik untuk menemukan solusi tanpa kekerasan .  
Muslim di thailand tidak hanya ditemukan didaerah selatan Thailand  saja. Pada tahun 2015 tercatat 4.30%  atau sekitar 4 juta dari 65 juta penduduk thailand beragama muslim yang menghuni seluruh thailand, dengan persentasi jumlah terbanyak di daerah selatan Thailand . Di daerah selatan Thailand  seperti provinsi Pattani, yala, narathiwat, satun, juga songkhla muslim yang disini merujuk pada muslim-melayu menjadi mayoritas.  
Muslim di daerah lain diluar Thailand Selatan banyak ditemukan di daerah Bangkok, di daerah ini muslim datang dari berbagai daerah termasuk imigran dari daerah konflik seperti syria dan miyanmar. Tidak seperti kehidupan yang dipenuhi insiden di daerah selatan, muslim di daerah Bangkok dan daerah lainnya hidup berdampingan dengan penduduk lainnya. Di daerah ini juga dapat ditemukan beberapa kampung muslim seperti pemukiman disekitar masjid haroon sebuah masjid pertama-pertama yang diperkirakan didirikan oleh muslim yang berasal dari kalimantan sekaligus bukti bahwa muslim Indonesia turut andil dalam penyebaran islam di thailand , selain itu juga ada masjid sentral yang mengatur segala macam urusan keagamaan seperti menerbitan sertifikasi halal dan urusan haji. 

B. Organisasi
Penolakan oleh masyarakat Pattani terhadap asimilasi salah satunya berdampak pada bidang pendidikan. Pondok-pondok agama yang menolak dimasukkannya paham thai kedalam proses pendidikan berimbas pada disekolahkannya penerus pondok ini ke daerah luar thailand, sebab pemerintah tidak menerima mereka. Setelah lulus dari pendidikan diluar negeri ini terbentuklah generasi baru yang meneruskan perjuangan pembebasan wilayah Thailand Selatan.
Perjuangan melayu-muslim terdahulu kemudian digantikan oleh generasi berikutnya yang lebih berpendidikan dan memiliki pengalaman dalam berorganisasi. Pada periode sebelumnya tuntutan oleh melayu muslim pada pemerintah pusat hanyalah sebatas pembebasan otonomi dalam urusan keagamaan, kebudayaan, dan hukum. Pada periode berikutnya, para pejuang ini lebih menekan pada negara otonom dengan menjalankan praktik seperti yang dijalankan di timur tengah.
Upaya perjuangan ini dikalangan masyarakat muslim-melayu kemudian terbagi-bagi lagi karena adanya perbedaan ideologi, strategi, dan ruang lingkup operasinya yang menyebabkan terbaginya perjuangan kedalam beberapa kelompok.
1) Barisan revolusi nasional
Organisasi ini berdiri pada tahun 1980 didirikan oleh beberapa tokoh diantaranya adalah H. Muhammad Amin To’mina, abdul karim hasan, k.h. yusuf capakya, dan tengku abduljalaluddin bin tengku abdul muthalib. Organisasi ini dikenal dengan nama  Barisan Revolusi Nasionaln (BRN) atau liberationfront of republic Pattani (LFRP), kedepannya gerakan ini lebih dikenal dengan BRN.
Gerakan ini adalah organisasi perlawanan yang berjuang menuntut kemerdekaan dengan cara revolusi bersenjata. Gerakan ini berbasis di kota-kota utama patani, karim bin hasan kemudian di angkat sebagai pemimpin.
Gerakan ini memiliki hubungan baik dengan partai komunis malaysia, yang kemudian menjelaskan tetang asas mereka yaitu Nasionalisme-Islamisme-Sosialisme (NASOSI). Kelompok ini kemudian pecah menjadi beberpa gerakan yang masih dibawah pengawasan induknya. Pecahan itu seperti BRN ULAMA yang anggotanya bertugas sebagai dewan syuro kemudian menjadi majlis ulama patai atau gerakan ulama patani, BRN congress yaitu pasukan kemiliteran, BRN COORDINATE  terdiri dari politikus dalam kancah politik BRN.
Dengan dekatnya hubungan degan pkm dari sinilah organisasi ini mendapat dana untuk persenjataan.
2) Patani united liberation organization (PULO)
Kelompok ini adalah kelompok yang gerakannya paling efektif dan paling baik organisasinya, gerkan ini juga disebut pertobohan persatuan pembibasan patani (PPPP). Didirikan pada 22 Januari 1968 oleh tengku Biro Kotanila dari keturunan raja saman Yala, ia adalah sarjana bidang sains dan politik dari Alighar university di India.
Prinsip yang diusung gerakan ini adalah Agama, Bangsa ,Tanah Air, dan Perikemanusiaan (UBANGTAPEKMA) dengan asan Perikemanusiaan menjadi dasar penting untuk menarik perhatian dan dukungan global. Struktur keorganisasian kelompok ini sangat rapi. PULO secara aktif mengirimkan anggotanya ke luar negeri untuk belajar militer dan kemudian saat mereka kembali mereka akan diangkat dalam satuan pasukan khusus.
3) Barisan nasional pembebasan patani (BNPP) 
Gerakan ini juga disebut national liberation front of patani (NLFP), kini juga dikenal dengan gerakan mujahidin islam patani (gmip) .didirikan di kelantan pada 9 Oktober  1970 didirikan oleh tengku abdul jalal bin tengku abdul muthallib dan orang-orang yang keluar dari BRN. Organisasi ini semakin menonjol setelah masuknya pok yeh seorang tokoh populer kala itu. Gerakan ini kemudian mendapat dukungan kuat oleh golongan elit, guru agama, dan golongan intelektual yang berada di Makkah. 
Tujuan utama gerakan ini adalah menuntut kemerdekaan penuh bangsa melayu-patani, mewujudkan negara patani yang berlandaskan islam, menyatukan seluruh pergerakan dalam satu partai, dan sebagainya.
Selain tiga gerakan utama ini masih terdapat beberapa gerakan lainnya yang juga memperjuangkan kebebasan melayu-muslim di thailand dan mendapat dukungan dari tiga gerakan utama. Ketiga front utama pembebasan secara serius mengelola organisasi mereka dengan terus mengirim anggotanya belajar militer. 
Penggabungan ketiga gerakan ini menjadikan daerah dibawah kekuasaan mereka tidak lagi berada dalam administrasi Bangkok. Karena gerakan ini kerap kali melancarkan gerakan bersenjata diprovinsi tersebut bahkan hingga keluar provinsi tersebut seperti di Hatyai-Songkhla dan Bnagkok.  Gerakan yang mereka lakukan seperti pengeboman dan penyerangan terhadap polisi dan militer. Kekerasan bersenjata ini meningkat sejak 1973. Tercatat sejak 1976 sampai 1980 ada lebih dari 100 pertempuran maupun penyerangan baik diberitakan atau tidak oleh media, serta seratus kasus penculikan atas pengusaha cina dan thai serta pejabat di daerah selatan serta pemungutan uang. Pergerakan pada tahun-tahun ini juga bertujuan membatalkan perpindahan thai-budha ke daerah selatan serta memperlemah perekonomian thai serta mengacaukan politik thailand.   
Respon pemerintah terhadap pembentukan organisasi ini adalah seperti mengubah kebijakan terhadap masyarakat di selatan. Pada sekitar tahu 1977 pemerintah membuat kebijakan mendukung muslim seperti memperbolehkan pemakaian jilbab dalam foto paspor dan di kantor pmerintahan, pemberlakuan jam khusus untuk sholat jum’at, mengizinkan perayaan ritual keagamaan dan libur dihari raya, memfasilitasi ibadah haji, menerbitkan sertifikasi halal, mengakui keberadaan syaikh islam dan memberdayakan komite dan majlis islam provinsi, selain itu jumlah muslim di parlemen thailand juga mningkat. Namun kebijakan ini sedikit berubah pada tahun 2001 karena adanya kebijakan baru oleh perdana menteri kala itu.  
Adapun respon terhadap pemberontakan adalah pembentukan pasukan operasi bersenjata dengan mengerahkan pasukan militer dan polisi berpengalaman yang dilengkapi oleh persenjataan modern, mereka juga menerapkan sistem hadiah uang atas pemimpin gerakan dalam keadaan hidup atau mati. Pemerintah kemudian mengirimkan mengirimkan tahan lasak atau tahan pran ada 1970, selain itu pemerintahan thailand juga menculik ana-anak dan ratusan warga yang dicurigai terlibat namun semua upaya ini tidak menyurutkan semangat gerakan ini. 
Pada tahun-tahun itu terjadi pula gerakan pemberontakan oleh mahasiswa sebagai protes atas kebijakan-kebijakan pemerintah. Pada saat itu pula berdiri organisai  young muslim assosiation of thailand  yang didirikan oleh muslim-melayu namun kemudian juga melikndungi muslim lainnya melihat pergeraka di Thailand Selatan yag semakin bergejolak. Pada perkembangan memasuki tahun 1990han pemerintah thailand secara pasif terus mengadakan pembangunan atas daerah selatan. 

C. Bentuk-bentuk rintangan.
A. Asimilasi dan itegrasi paksa dan terstruktur.
Pemerintah, secara bertahap berusaha mengasimilasi kultur melayu-muslim kedalam thai-budha. Proses ini telah dimulai semenjak aneksasi siam terhadap Kesultanan Pattani hingga terjadinya revolusi siam menjadi daerah Thailand. 
Asimilasi yang dijalankan terdapat berbagai bentuk seperti yang telah dijelaskan secara singkat di pembahasan sebelumnya mulai dari yang terang-terangan hingga terselubung, juga yang dipenuhi dengan pemaksaan. Integrasi sistem yang awalnya dilandaskan melayu dan islam dirubah sedemikian rupa sehingga mengacaukan sistem awal yang berlandas islam dan melayu. Integrasi ini dapat dilihat seperti perubahan fungsi pondok dan perubahan sistem peradilan di tiga wilayah ini. Pemerintah thailand juga menerapkan undang-undang seperti undang-undang darurat militer yang memberikan militer wewenang khusus terhadap sipil.
 Masyarakat minoritas di Thailand Selatan memberi respon dengan membentuk gerakan pemberontakan yang disusul dengan pembentukan front-front pembebasan. Meski begitu gencarnya proyek asimilasi dan integrasi dari pemerintahan thailand, pemerintah hingga saat ini belum mampu “menguasai” Thailand Selatan secara utuh sebab front pembebasan menguasai daerah Thailand Selatan dan hingga saat ini masih kerap melancarkan gerakan pemberontakan.

B. Kemiskinan
Thailand saat ini masuk kedalam salah satu negara miskin didunia, kemiskinan ini adalah akibat dari perbuatan korup para pejabatnya .
Kondisi kemiskinan sebenarnya sudah lama dirasakan oleh daerah diwilayah selatan. Kemiskinan ini adalah akibat dari migrasi thai-buddha ke wilayah itu yang dipaksa pindah tanpa memikirkan kehidupan ekonomi disana, juga dikarenakan konflik berkepanjangan yang terjadi di daerah ini.
Dalam catatan monografi ekonomi pemerintahan thailand, pencapaian penduduk diwilayah selatan hanya sekitar 3-5 ribu bath, sementara wilayah lainnya mencapai 11 ribu bath. Dalam mata pencarian muslim-melayu menggantungkan hidup mereka pada hasil agrikultur dan perkebunan karet serta hasil kekayaan laut . Pendapatan rendah ini menjadi kendala besar dalam kasus kemiskinan di daerah selatan.

C. Tragedi Tak Bai atau Peristiwa Taba
Pada tahun 1990-han kondisi politik internal antara thailand pusat dan daerah selatan Thailand  memasuki fase stabil, kondisi ini  ternyata tidak berlangsung lama, pada awal tahun 2004 kondisi yang stabil mulai kembali memanas.  
Pada 25 Oktober 2004, bertepatan dengan 11 Ramadhan 1425 H di daerah Tak Bai, Narathiwat, terjadi aksi protes atas penangkapan enam orang sukarelawan pertahanan kampong yang ditahan tanpa bukti oleh pemerintahan thailand karena adanya laporan palsu bahwa mereka telah merampas senjata aparat thailand. 
Aksi protes yang awalnya berjalan damai berubah menjadi peristiwa berdarah yang memakan korban jiwa. Polisi dan tentara thailand melemparkan gas air mata dan menembakkan peluru kearah orang-orang yang berkumpul dan menyebabkan 28 orang tewas seketika, mayoritas massa dilumpuhkan hingga pingsan dan mengalami luka akibat pukulan dan serangan brutal. Kemudian aktivis lainnya ditahan semalaman di kamp Telaga Bakug wilayah patani, didapati 84 orang lagi terbunuuh. Perdana menteri thailand saat itu tahksin sinawarta membuat pernyataan bahwa korban tewas di Telaga Bakung adalah karena dalam keadaan berpuasa, jumlah keseluruhan korban meninggal dunia saat itu mencapai 112 orang.
Menurut laporan komite HAM di Bangkok, mereka yang ditahan disiksa dengan ditendang, dihantam, dipukuli, dan dipaksa berbaring di atas tanah dengan tangan terikat kebelakang.  
Peristiwa-peristiwa seperti peristiwa tak bai ini tidak hanya terjadi sekali, sangat banyak kasus yang mirip terjadi di Thailand selatan bahkan hingg saat ini. Kasus lainnya berupa pengeboman, pembakaran infrastruktur seperti sekolah, dan penembakan-penembakan oleh oknum tidak bertanggung jawab. 

D. Biksu yang serukan pembakaran masjid sebagai respon penembakan biksu lainnya.
Biksu apichart punnajanto telah ditahan dan diinterogasi oleh polisi thaiand di kamp militer. Ia kemudian diberhentikan dari posisinya sebagai pemuka agama. Biksu ini diketahui mengunggah di akun facebooknya untuk mendesak umat Budha membakar satu masjid untuk setiap biksu yang terbunuh di Thailand Selatan. Biksu ini mengatakan dalam wawancaranya bahwa terdapat 20 biksu yang meninggal di Thailand Selatan sejak 2007.  
Salah satu kasus penembakan biksu baru-baru ini terjadi di Provinsi Narathiwat dengan dua biksu tewas dan dua lannya luka-luka. Kejadian ini terjadi pada 18 januari 2019. Belum ada pihak yang menklaim bertanggung jawab, dan militer meningkatkan pengawasan terhadap pemuka agama. 
Pemberontakan di selatan Thailand  menurut data, sejak Januari 1004 sampai September 2018 tercatat 20.029 insiden, dengan 6.871 kematian dan 13.460  orang terluka.  Dalam interview salah satu televisi malaysia dengan seorang reporter Malaysia yang membuat dokumentasi di Thailand Selatan, disebutkan bahwa peristiwa di Thailand Selatan terjadi silih berganti diantara daerah-daerah selatan tersebut, dalam wawancara itu juga dijelaskan bahwa militer selama ini dianggap yang paling bertanggung jawab terhadap berbagai insiden, namun sebenarnya militer juga tidak semuanya menginginkan pertumpahan darah, dalam interview itu juga diperlihatkan bagaimana kedekatan militer dengan masyarakat dan pemuka agama. 
 
BAB III
PENUTUP

1. Kesimpulan
Minoritas muslim di thailand banyak ditemukan dibeberapa wilayah di beberapa wilayah di thailand, dengan persentase terbanyak ditemukan di daerah selatan. Muslim diwilayah itu adalah muslim-melayu, dulunya daerah ini adalah bekas dari kesultanan patani hingga kemudian bergabung dengan Kerajaan Siam pada tahun 1785 dan dikukuhkan dalam pakta anglo-siam pada tahun 1909.
Kehidupan muslim minoritas di wilayah selatan jauh dari kata baik. Sejak kesultanan patani menjadi bagian dari kerajaan thailand, kehidupan muslim-melayu berusaha diubah secara paksa agar bisa menjadi bagian dari thai. Proyek asimilasi menjadi proyek besar pemerintah saat itu agar menghilangkan identitas muslim-melayu. Proses ini berlangsung bertahun-tahun dan menimbulkan reaksi yang berupa pemberontakan oleh minoritas muslim di selatan thailand.
Reaksi atas sikap yang diterima oleh muslim-melayu adalah dari pemberontakan hingga dibentuknya front pembebasan muslim seperti PULO, BNPP, dan BRN. Organisai-organisasi itu masih ada sampai saat ini, mereka kerap melancarkan serangan-serangan di wilayah selatan.
Namun berbeda dengan kondisi di selatan thailand, kondisi muslim diluar wilayah ini bisa dikatakan aman serta tercipta keharmonisan antar umat beragama. Kehidupan harmonis ini dapat dilihat dari bagaimana masjid-masjid tumbuh pesat, banyaknya kedai  makanan dan jajanan halal dipinggir jalan, diperbolehkannya azan menggunakan mikrofon dibeberapa daerah, serta ramahnya penduduk lokal terhadap muslim.
    
DAFTAR PUSTAKA

(t.thn.). Dipetik april 3-4, 2019, dari wikipedia: https://id.wikipedia.org/
raja bhumibol, sang pemersatu thailand, meninggal dunia. (2016, oktober 13). Dipetik april 4, 2019, dari bbc news indonesia: https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2016/10/161013_dunia_raja_thailand_meninggal
penahanan biksu thailand yang pernah serukan bakar masjid 'tak akan hentikan islamfobia'. (2017, september 28). Dipetik april 4, 2019, dari bbc indonesia: https://www.bbc.com/indonesia/amp/trensosial-41419758#referrer=https%3A%2F%2Fwww.google.com&amp_tf=Dari%20%251%24s
penjelasan mengapa thailand kini masuk dalam daftar negara miskin. (2018, september 13). Dipetik april 3, 2019, dari aceh tribunnews serambi news: http://aceh.tribunnews.com/amp/2018/09/13/penjelasan-mengapa-thailand-kini-masuk-dalam-daftar-negara-miskin?page=2
ahmad, a. b. (2016, oktober 25). 12 tahun peringatan tragedi tak bai: ketika demonstrasi damai dibalas pembantaian. Dipetik april 3, 2019, dari kiblat: https://m.kiblat.net/2016/10/25/12-tahun-peringatan-tragedi-tak-bai/
hasbullah, m. (Penyunt.). (2003). asia tenggara konsentrasi baru kebangkitan islam. bandung: FOKUSMEDIA.
kettani, M. a. (t.thn.). minoritas muslim di dunia dewasa ini. jakarta: PT. RajaGrafindo Persada.
lamidin, j. (2018, oktober 18). 14 tahun rawat ingatan tragedi tak bai, pelanggaran HAM berat di thailand selatan. Dipetik april 3, 2019, dari kompasiana: https://www.kompasiana.com/amir_lamiddin/5bd07141677ffb14670ea1c2/14-tahun-rawat-ingatan-tragedi-tak-bai-pelanggaran-ham-berat-di-thailand-selatan?page=all
mishra, p. p. (2005-2006). islam in thailand: a discourse on rebellion in southern thailand. proceeding of the indian history congress, 1336-1343.
pitsuwan, s. (1989). islam di muangthai. jakarta: LP3ES.
sodiqin, a. (2016, januari-juni). budaya muslim pattani (integrasi, konflik dan dinamikanya). ibda' jurnal kebudayaan islam, 31-49.
thailand, i. p. (2019, januari 19). Dipetik april 3, 2019, dari cnn indonesia: https://m.cnnindonesia.com/internasional/20190119181459-106-362190/insiden-penembakan-di-kuil-thailand-tewaskan-dua-biksu


Islam Minoritas di Sri Lanka, assettype.com
BAB I
PENDAHULUAN
A. LATAR BELAKANG
Islam telah berkembang ke berbagai belahan dunia. Walaupun dalam bentuk minoritas, tetap eksistensinya tetap ada. Islam mulai masuk ke Sri Lanka abad ke-7 pada saat kedatangan pedagang-pedagang Arab. Golongan pertama yang masuk Islam adalah para pedagang Arab dan istri keturunan mereka yang dinikahi setelah memeluk Islam. Pada kurun abad ke-15, pedagang-pedagang Arab telah menguasai banyak perdagangan di Samudra Hindia termasuk Sri Lanka. Banyak diantara mereka yang tinggal di pulau itu dan melakukan penyebaran agama Islam.
Muslim di Sri Lanka tergolong Minoritas di tengah mayoritas penduduk beragama Budha. Populasinya hanya sekitar delapan persen dari sekitar dua puluh juta penduduk negeri yang semula bernama Sailan itu. Secara umum, komunitas Muslim di negara yang letaknya di Selat India ini terbagi menjadi tiga kelompok: Sri Lanka Moors, India Muslim dan Melayu. Keberadaan kelompok-kelompok tersebut mempunyai sejarah dan kebudayaan yang berbeda.

B. RUMUSAN MASALAH
Penulis merumuskan beberapa masalah, yaitu:
1. Bagaimana sejarah masuknya Islam ke Sri Lanka?
2. Bagaimana komunitas Muslim di Sri Lanka?
3. Bagaimana konflik yang ada di Sri Lanka?
C. TUJUAN MASALAH
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini, yaitu:
1. Mengetahui sejarah masuknya Islam ke Sri Lanka.
2. Mengetahui komunitas Muslim di Sri Lanka.
3. Mengetahui konflik yang ada di Sri Lanka.

BAB II
PEMBAHASAN
A. Sejarah Masuknya Islam di Sri Lanka
Minoritas Muslim adalah bagian penduduk yang berbeda dari penduduk lainnya karena anggota-anggotanya mengakui Muhammad, putra Abdullah, menjadi utusan Allah terakhir dan meyakini ajarannya adalah benar, dan yang sering mendapat perlakuan berbeda dari orang-orang yang tidak mempunyai keyakinan seperti itu.  Islam masuk ke Sri Lanka pada abad ke-7 M dibawa oleh pedagang Arab dari Arabia Selatan. Mula-mula dakwah melalui perdagangan, kemudian diteruskan dengan jalur perkawinan. Sejak awal masuk, muslim diterima baik oleh raja setempat dan mereka menjadi komunitas pedagang dengan Hubungan Internasional.  Namun hubungan Arab dan Sri Lanka melemah sejak jatuhnya Baghdad pada 1258, dan digantikan dengan hubungan yang lebih kuat dengan Muslim India Selatan. Banyak di antara mereka beremigrasi ke pulau itu dan bercampur dengan unsur Muslim yang lebih dulu. Jadi penduduk  Muslim saat ini menerima dari Arabia Selatan mazhabnya (Syafi’i) dan dari India Selatan sebagai bahasanya (Tamil) yang berbeda dengan Bahasa mayoritas (Sinhalese). Pada abad ke enam belas Muslim terpusat dengan baik di pantai barat daya dengan pusat-pusat utamanya di Kolombo, Beruwala, dan Galle.  
Pada abad ke-16, Portugis masuk ke Kolombo.  Portugis yang mendarat di Kolombo pada tahun 1502 memukul keras penduduk Muslim. Mereka menghancurkan kekuatan politik dan kemakmuran ekonomi, kemudian memulai kebijakan terror dan pengusiran secara sistematik. Secara resmi Muslim dipaksa keluar pada 1526 M dan Muslim sisanya dipaksa keluar pada 1626 M. Mereka menjadi pengungsi di daerah-daerah di pulau itu yang tidak berada di bawah pemerintahan Portugais, seperti Kandy, Sitawaka dan semua kota dan desa di pedalaman, sebagaimana juga di Utara (Purralam), dan di pantai timur (Kalmunai). Mereka akhirnya menjadi petani di pantai timur di mana banyak di antara mereka menjadi prajurit dalam ketentraman Sinhalese untuk memerangi Portugis. 
Pada abad ke-17 Belanda datang ke Sri Lanka yang memerintah dengan kekerasan, membuat undang-undang yang melarang kaum muslimin melakukan kegiatan ibadah, menindas serta memaksa mereka membayar pajak kematian; yaitu bahwa setiap orang harus membayar pajak sebagai jaminan perlindungan kehidupan mereka, merampas harta benda mereka, dan melarang mereka melakukan aktifitas perdagangan atau berhubungan dengan para pedagang muslim lainnya.  Namun peraturan yang diskriminatif ini dibatalkan pada 1832 oleh Inggris.  
Sementara itu kerajaan Kandyan Sinhalese menjadi tempat perlindungan bagi orang-orang Muslim. Di kerajaan itu merekadiperlakukan dengan baik dan mereka menjadi beropengaruh dalam bidang keunggulan mereka, yakni perdagangan.
Akhir abad delapan belas Belanda memperkenalkan rancangan undang-undang yang memberlakukan ‘hukum keluarga Muslim’ bagi orang-orang Muslim.undang-undang ini tetap diberlakukan ketika Inggris menggantikan Belanda tahun 1796. Inggris memperlakukan Muslim agak baik selama masa penjajahannya. 
B. Komunitas Muslim di Sri Lanka
Komunitas Muslim di Sri Lanka terbagi menjadi tiga kelompok etnis utama, yaitu Sri Lanka Moor, Muslim India, dan Melayu. Ketiga komunitas tersebut memiliki sejarah dan tradisi yang berbeda. Sebutan Moor diberikan oleh penguasa colonial Portugis yang menggunakan kata Moro untuk mengidentifikasi orang Arab pada umumnya. Moro membentuk hampir 92% dari total Muslim di Negara itu. Sebagian besar menganut mazhab Syafi’i. nenek moyang mereka berasal dari para pedagang Arab yang telah menetap di Sri Lanka antara abad 8-15 M. Muslim Arab tiba di Sri Lanka sekitar abad 7-8 M, meskipun para pedagang Arab ada yang sudah mengenal Sri Lanka pada masa pra-Islam.
Kedatangan Muslim dari India selama abad 19-20 M turut memberi kontribusi terhadap keberagaman Islam di Sri Lanka. Khususnya, Muslim Pakistan dan India Selatan yang mengenalkan ajarah Syiah dan mazhab Hanafi ke pulau ini. Mayoritas dari mereka berasal dari Tamil Nadu dan Kerala. Komunitas Ahmadiyah juga masuk ke Sri Lanka pada 1915. Namun, komunitas Muslim lain menganggap Ahmadiyah sebagai agama non-Muslim yang terpisah. Mayoritas Muslim Sri Lanka tetap Suni.
Tak kalah penting lagi adalah keberadaan komunitas Muslim Melayu. Orang-orang mulai datang ke Sri Lanka pada abad ke-13 lewat ekspansi seorang raja dari Semenanjung Melayu. Sebagian imigran Melayu awalnya adalah tentara, yang dikirim pemerintah colonial Belanda dan memutuskan untuk menetap di pulau itu. Imigran lain adalah kaum eksil dan anggota keluarganya yang diasingkan ke Sri Lanka dan tidak kembali lagi ke tanah airnya. 
C. Konflik antaragama di Sri Lanka
- Bentrok Antara Muslim Sri Lanka Dengan Buddha. Bentrok ini terjadi karena adanya tuduhan Budha terhadap Muslim yang memaksakan orang untuk masuk Islam dan merusak situs arkeologi abauddhis. Dalam peristiwa bentrok ini setidaknya tiga warga Muslim terbunuh pada bentrokan dengan penganut Budha garis keras di selatan Sri Lanka. Warga tersebut tewas akibat luka tembak di dekat Masjid kota Aluthgama yang merupakan daerah konflik sectarian terparah beberapa tahun belakangan. Sri Lanka didominasi oleh penganut Budha, persentase Muslim hanya sebesar 10%. Bentrok terjadi selama beberapa jam, dihiasi dengan aksi saling lempar batu dan botol. Menurut saksi mata, kelompok garis keras Bodu Bala Sena turun ke jalan, meneriakkan seruan anti Islam, menarik warga Islam dari bis dan melempari rumah para warga Muslim. 
- Pada 7 Maret 2018 lalu, di Sri Lanka terjadi kerusuhan. Para perusuh menyerang masjid dan membakar pertokoan milik warga Muslim di distrik Kandy, Sri Lanka Tengah. Ratusan  aparat gabungan militer dan polisi diterjunkan di Kandy dan melepaskan tembakan gas air mata untuk membubarkan perusuh. Teror yang dialami Muslim di Sri Lanka bukan hanya terror secara lansung namun juga melalui media social yang isinya menyerukan serangan kepada umat Muslim di Facebook.
Bentrokan antara pemeluk Budha etnis Sinhalese dan Islam di Kandy, Sri Lanka, sejak 5 Maret 2018 menewaskan tiga orang. Selain itu puluhan rumah, masjid, toko, serta kendaraan, dibakar dan dirusak. Banyak versi menyebutkan tentang penyebab bentrokan bernuansa SARA ini. Ada laporan yang menyebutkan bahwa pemicunya adalah umat Islam merusak situs atau tempat yang disucikan umat Budha di Sri Lanka, tetapi laporan itu dibantah keras oleh kelompok Muslim. Ada pula yang menyebutkan sebelumnya Muslim membunuh seorang warga Budha di Kandy. Ada juga penyebab lain yaitu, ketidaksukaan etnis Sinhalese atas kehadiran para pencari suaka Muslim Rohingya dari Myanmar yang melarikan diri dari kampong halaman mereka akibat kekerasan militer. 
Namun para analisis lebih cenderung dengan alasan ketimpangan social antara Muslim dengan etnis Sinhalese. Para Muslim memegang peran penting dalam perekonomian di Kandy. Bisnis yang mereka jalani sukses sehingga memicu kecemburuan di kalangan Sinhalese. Hal ini terlihat dari banyaknya toko-toko milik Muslim yang menjadi sasaran amukan etnis Sinhalese, dibakar atau dirusak.
Sinhalese merupakan etnis mayoritas di Sri Lanka yang berjumlah 70% dari total penduduk Negara itu yang mencapai 21 juta jiwa. Umumnya, etnis Sinhalese merupakan pemeluk Budha. Senentara populasi Muslim sekitar dua juta jiwa atau 10% dari jumlah penduduk di Sri Lanka.
Di antara pemeluk Budha dan Islam, ada etnis Tamil yang populasinya mencapai 13%. Warga Tamil umumnya adalah pemeluk Hindu. Etnis Tamil pernah melakukan pemberontakan kepada pemerintah untuk memperjuangkan kemerdekaan. Kesepakatan damai baru dicapai pada 2009. 


BAB III
KESIMPULAN
Islam masuk ke Sri Lanka pada abad ke-7 M dibawa oleh pedagang Arab dari Arabia Selatan. Mula-mula dakwah melalui perdagangan, kemudian diteruskan dengan jalur perkawinan. Sejak awal masuk, muslim diterima baik oleh raja setempat dan mereka menjadi komunitas pedagang dengan Hubungan Internasional. Di Sri Lanka komunitas Muslim terbagi menjadi tiga kelompok etnis utama, yaitu Sri Lanka Moor, Muslim India, dan Melayu. Ketiga komunitas tersebut memiliki sejarah dan tradisi yang berbeda. Bentrok antaragama yang terjadi di Sri Lanka karena adanya tuduhan bahwa umat Islam merusak tempat suci umat Budha yang membuat umat Budha marah. Namun tuduhan tersebut dibantah oleh umat Islam.

DAFTAR PUSTAKA
Kettani, M Ali. Minoritas Muslim di Dunia Dewasa Ini. Terj. Zarkowi Soejoeti. Jakarta: PT. RajaGraindo Persada.
https://google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/p6nhl4313. Diakses tanggal 3 April 2019.
https://www.google.com/amp/s/m.republika.co.id/amp/owocy4313. Di akses tanggal 3 April 2019.

https://www.bbc.com/indonesia/dunia/2014/06/140616_muslim_srilanka. Di akses tanggal 3 April 2019.

Perkembangan Islam Minoritas di Eropa, Afrika, China, Jepang dan Asia Tenggara, blogspot.com
KATA PENGANTAR
Dengan memanjatkan puji syukur ke hadirat Allah SWT dan shalawat serta salam semoga terlimpahkan kepada junjungan kita Nabi Muhammad SAW,atas segala limpahan rahmat dan karunia-Nya serta pertolongan dan perlindungan-Nya.Sehingga penulis dapat menyelesaikan penulisan makalah dengan judul “Perkembangan Islam Minoritas” ini sebagai tugas dari mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal tepat pada waktunya.Pada kesempatan ini penulis haturkan terima kasih kepada Ibu Dra. Siti Johariyah, M.Pd selaku dosen pengampu mata kuliah Sejarah Kebudayaan Islam dan Budaya Lokal yang telah banyak memberikan pengarahan dalam pembuatan makalah ini serta juga tak lupa kepada rekan satu kelompok dan pihak-pihak yang sudah banyak membantu dalam proses pembuatan makalah ini.
Penulis juga menyadari bahwa dalam proses penulisan makalah ini masih jauh dari kesempurnaan baik materi maupun cara penulisannya. Penulis dengan terbuka menerima kritik, masukan , serta saran yang membangun guna penyempurnaan makalah ini. Akhir kata penulis berharap semoga makalah ini dapat menjadi pembelajaran, memperluas wawasan, dan memberi manfaat bagi kita sekalian.



Yogyakarta, 17 September 2016

Penulis                    

BAB I
PENDAHULUAN
A. Latar Belakang
Dengn Seiringnya  perkembangan zaman , agama islam juga mangalami perkembangan. Sebagaimana yang kita ketahui bahwa agama islam pada mulanya hanya berada di daerah arab saja. Namun lama kelamaan, agama islam pun semakin  meluas dan menyebar ke seluruh penjuru dunia, diantaranya Negara bagian barat, afrika, jepang, cina, dan juga asia tenggara.. Islam juga mengalami perkembangan yang cukup pesat. Dimana sebelum masuk ke Negara – Negara  tersebut, sebagian besar penduduknya menagnut agama Shinto, hindu,  budha, Kristen, khatolik, dan lain sebagainya. Namun sesuai dengan perkembangannya, sebagian penduduk  Negara – Negara  tersebut menganut agama islam. Walaupun hanya bersifat minoritas saja. Untuk mengetahui tentang perkembangan agama islam di Negara – Negara tersebut, maka kami akan mengupasnya dalam makalah ini.

B. Rumusan Masalah
1. Bagaimana perkembangan Islam minoritas di beberapa negara Barat?
2. Bagaimana perkembangan Islam minoritas di kawasan Afrika?
3. Bagaimana perkembangan Islam minoritas di Cina, Jepang dan Asia Tenggara?

C. Tujuan
1. Mengetahui perkembangan Islam minoritas di beberapa negara Barat
2. Mengetahui perkembangan Islam minoritas di kawasan Afrika
3. Mengetahui perkembangan Islam minoritas di Cina, Jepang dan Asia Tenggara

BAB II
PEMBAHASAN
A. Perkembangan Islam Minoritas Di Beberapa Negara Barat
Sebenarnya agama Islam pernah berjaya dan menguasai Eropa selama lebih kurang delapan abad (711-1492M), akan tetapi karena persekongkolan dan keributan yang terjadi di dalam pemerintahan Islam di Spanyol, menyebabkan umat Islam mengalami kelemahan dan kemunduran dalam bidang politik dan kebudayaan. Kelemahan itu ternyata dimanfaatkan oleh Isabella dan Ferdinand untuk memukul mundur dan menghancurkan sisa-sisa kekuatan Islam di Spanyol. Seingga agama Islam dan peradabannya di Eropa, khususnya di Spanyol lenyap, meskipun sisa-sisa kejayaan masa lalu masih berdiri kokoh disana.
Selang beberapa abad kemudian, ternyata agama Islam masih mampu memasuki Eropa, meskipun kali ini bukan dengan kekuatan politik militer, tetapi melalui saluran-saluran diplomatik dan kekuatan intelektual. Disamping banyaknya imigran yang berasal dari negara-negara jajahan Eropa di Asia dan Afrika yang dating ke Eropa.
Dibeberapa negara Eropa, agama Islam mendapat tempat cukup tinggi dikalangan masyarakat. Berkat usaha keras para pejuru dakwah, agama Islam mengalami perkembangan yang cukup berarti di negara-negara Eropa, diantaranya:
1. Austria
Bersamaan dengan munculnya abad kebangkitan Islam di ibu kota Austria Wina, diadakan upacara peresmian Islamic Center yang pertama kali. Gedung Islamic Centar ini dapat menampung 30.000 umat Islam. Disampingnya berdiri sebuah masjid Jami’ dan sebuah perpustakaan Islam dengan nama Moeslem Social Service, serta sebuah madrasah sebagai tempat belajar Al-Qur’an, tak ketinggalan pula dibangun perumahan imam jama’ah shalat di masjid. Disebelahnya lagi berdiri sebuah gedug PBB yang baru di Wina.
Ketika upacara peresmian gedung Islamic Center berlangsung, pesiden Austria Rudolf dan perdana mentrinya Bruno Kreitschy serta mentri pendidikan dan pengajaran Arab Saudi Syekh Aziz Abdullah al-Khuwitir. Dalam sambutanya presiden dan perdana mentri Austria menyatakan akan melindungi gedung Islamic Center yang merupakan lambang hubungan baik antara Austria dengan dunia Islam pada umumnya. Pemerintah Austria juga mengakui bahwa agama Islam adalah agama nomor dua setelah agama Kristen. Aktivitas yang berlangsung dalam pengembangan Islam ditanggung oleh umat Islam itu sendiri. Dan anak-anak di beri pelajaran agama setiap hari sabtu dan ahad.
2. Belgia
Negara Belgia merupakan suatu kerajaan. Negara telah mengakui Islam sebagai salah satu agama resmi diantara sekian agama ysng ada di kerajaan Belgia. Hal ini tercantum didalam undang-undang Belgia yang diumumkan pada tanggal 17 Juli 1974M.
Pada tahun 1975 Pendidikan Agama Islam dimasukkan kedalam kurikulum dan guru-gurunya telah mendapatkan kedudukan yang baik dan mendapat gaji dari pemerintah. Adapun Pendidikan Agama Islam yang masuk kurikulum adalah: Al-Qur’an, Bahasa Arab, dan Ilmu Agama Islam. Kurikulum tersebut berlaku bagi pendidikan tingkat SD, SLTP, dan SLTA.
Pada tahun 1980 M di Belgia juga pernah ada penyelenggaraan Muktamar Islam Eropa yang diadakan di kota Brussel, samapi saat ini jumlah umat Islam di Belgia lebih kurang 150.000 orang.
3. Jerman
Sampai saat ini pemerintah Jerman belum mengakui Islam sebagai agama resmi. Meski begitu, agama Islam berkembang dengan baik. Hal ini karena disana telah berdiri sebuah organisasi Islam Zentrum yang dipimpin oleh bangsa Turki. Organisai ini memiliki dana cukup dan memiliki cabang yang banyak dan luas sekali, hingga sampai ke luar negeri, seperti Belanda, Swiss, Swedia dan mempunyai anggota lebih kurang 100.000 orang.
Adapun jumlah umat Islam disana sekitar 500.000 orang. Dakwah Islam banyak digerakkan oleh bangsa-bangsa pendatang seperti; Turki, Iran, Mesir, Maroko, dan Indonesia.
Di Jerman jumlah masjid sekarang sudah mencapai lebih dari 600 buah. Pada umumnya masjid-masjid disana bertingkat tiga, karena mempunyai beberpa fungsi, yakni tingkat bawah untuk penjualan guna memenuhi kebutuhan umat Islam, tingkat dua untuk madrasah, dan tingkat tiga untuk sholat. Sekarang jumlah umat Islam disana lebih kurang 1.000.000 orang.
4. Belanda
Agama Islam di negeri Belanda telah berkembang berkat perjuangan dari Abdul Wahid Van Bommel (Belanda asli). Disana sudah berdiri organisasi Islam yang diketuai Abdul Wahid. Melalui organisasi tersebut beliau berjuang menuntut hak, guna dapat emnunaikan shalat
 lima waktu dan shalat Jum’at serta shalat Ied. Kaum musilim disana pada umumnya terdiri dari kaum pendatang yang berasal dari Turki, Pakistan, Maroko, Indonesia, dan lain-lain.
Pada tanggal 4 Oktober 1983 m telah dimulai pembangunan masjid untuk masyarakat Islam Maluku dikota Ridderkek. Meesjid tersebut dibangun oleh Drs. BJW. Bothe, kepala direktorat kesejahteraan minorotas di Belanda yang akan dapat menampung jamaa’ah kurang lebih 500 orang, dilengkapi ruang diskusi, ruang tamu, tempat mengambil air wudlu, dal lain-lain. Dana pembangunan selain dari sumbangan swadaya masyarakat juga dari pemerintah Belanda sendiri.Pada tahun 1996 sekelompok warga muslim Indonesia yang berada di negeri Belanda memprakarsai untuk membngun sebuah masjid di kota Den Haag. Dengan sumbangan dana dari seorang pengusaha Indonesia H. Probo Sutedjo, dibeli dari sebuah gereja yang kemudian direnovasi menjadi sebuah masjid dengan nama “Al-Hikmah”.
5. Inggris
Dalam penyebaran Islam di negeri itu, Mozarobes adalah seorangyang sangat berjasa. Ia aktif dalam menyebarkan ilmu pengetahuan Islam.Di Inggris terdapat organisasi muslim Bengali bernama Da’watul Islam. Organisai ini dalam waktu dekat akan membangun Pusat Training Imam dan Da’I di Algate Inggris Timur sebagai lembaga pendidikan para pemuda muslim yang akan dipersiapkan sebagai imam dan da’i.Da’watul Islam juga menyelenggarakan pengajian tafsir mingguan dibeberapa masjid. Mendirikan toko-toko buku yang menyediakan berbagai literatur dalam bahasa Bengali dan Inggris. Pada setiap akhir minggu, orgnisai tersebut menyelenggarakan pendidikan agama tingkat elementar (dasar) untuk anak-anak.Di Wales, Inggris telah diresmikan masjid dan Islamic Center oleh duta besar Republik Arab Yaman Daifyllah al-Aazeib tanggal 29 Januari 1984 di kota Cardif, lembaga ini dapat menampung kurang lebih 27.999 kaum muslimin. Bangunan tersebut dilengkapi dengan pusat pengajian bagi wanita, gedung sekolah, atau madrasah, rumah untuk imam, tempat berjama’ah, dan menara untuk mu’adzin.
Disamping itu terdapat beberapa organisasi Islam yang ada di Inggris, antara lain:
- The Islamic Council of  Europe (Majlis Islam Eropa) Sebagai pengawas kebudayaan Eropa
- The Union of Moeslem Organization (Persatuan Organisasi Islam Inggris)
- The Assocition for British Moeslem Inggris (Perhimpunan Muslim Inggris)
- Islamic Foundation dan Moeslem Intitute (keduanya bergerak dalam bidang penelitian)
   Para anggotanya terdiri dari orang-orang Inggris dan Imigran.
6. Perancis
Negara tetangga Inggris yang paling dekat ini, secara diam-diam umat Islam telah berkembang dengan baik. Meskipun agama Islam tidak berkembang secara tepat di Inggris. Tetapi secara perlahan namun pasti, Islam menjadi agama nomor dua setelah Kristek Katholik.
Perkembangan ini disebabkan banyaknya kaum intelektual Islam yang pindah ke negara tersebut yang telah berhasil dan negara-negara beks jajahan perancis, seperti; Al-Jazair, dan sebgainya. Disamping itu terdapat kaum intelektual Perancis yang tertarik untuk mengkaji Islam dan kemudian menerimanya sebagai agama baru mereka. Diantaranya adalah Maurice Bu Cail. Maurice Bejart, Jackue Yues Cousteus dan Roger Graudy.
Melalui mereka inilah kemudian agama Islam berkembang dengan baik di Negara Perancis. Peran imigran juga amat membantu dalam proses perkembangan Islam disana, seperti; Muhammad Arkon dan sebagainya.
7. Roma
Perkembangan Islam di negara ini tidak seperti di negara-negara Eropa lainnya. Karena negara ini merupakan pusat agama Kristen, maka tentunya banyak hambatan yang menghalangi perkembangan agama Islam. Meskipun begitu, berkat usaha keras umat Islam disana dan berkat bantuan dana semangat umat Islam dunia, kini sudah dibangun sebuah masjid megah ditengah jantung kota Roma. Masjid itu dibangun atas tanah Morsi Antenedi Parioli, suatu daerah yang tertib dibagian Roma. Masjid satu-satunya saat ini di Italia yakni berada dikota Catania, Sicilia.Pada tahun 1973 M umat Islam mengajukan permohonan untuk mendirikan sebuah pusat kebudayaan Islam kepada Vatikan tahun 1974 M, permohonan itu diterima oleh Paus Paul IV bahkan ia menawarkan sebuh gereja diantara 12 gereja yang dipakai akibat ditinggalkan pengunjungnya.Umat Islam di Roma saat ini lebih dari 30.000 rang. Sedang di Italia kira-kira sekitar lebih dari 200.000 orang. Umat disana adalah mayoritas buruh-buruh imigran yang datang dari berbagai negei Islam.
8. Yunani
Pada umumnya masyarakat Yunani beragama Kristen Ortodoks. Jumlah penduduknya sekitar 10.000.000 jiwa, sedang yang beragama Islam lebih kurang 130.000  orang. Di Yunani terdapat lima buah Masjid dan dua Madrasah Ibtida’iyah serta dua Madrasah Tsanawiyah.
Kehidupan umat Islam di negeri itu statis dan kurang berkembang karena situasi dan kondisinya kurang mendukung, meskipun masyarakat Kristen dan Islam saling menghormati.

B. Agama Islam di Afrika
1. Islam masuk ke Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir lantaran dia melihat bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sesungguhnya tertarik hendak masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mencintai tahtanya maka sebagai tanda simpatinya beliau kirimkan hadiah kepada Rasulullah SAW.
Selain alasan diatas Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari kacamata militer maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan restu Khalifah Umar bin Khattab dia membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M) hingga sekarang. Dia hanya membawa 400 orang pasukan karena sebagian besar diantaranya tersebar di Persia dan Syria. Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka ia berhasil memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, baru setelah memasuki Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir mendapat perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin) yang merupakan pusat pemerintahan Muqauqis. Pada saat hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Muqauqis itu, datang bala bantuan 4.000 orang pasukan lagi dipimpin empat panglima kenamaan, yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin Samit dan Mukhollad sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup kesulitan untuk menyerbu karena benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada tahun 22 H (642 M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru bi Ash yang menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.
2. Perkembangan Islam di Afrika
Agama Islam masuk ke daratan Afrika pada masa Khalifah Umar bin Khattab, waktu Amru bin Ash memohon kepada Khalifah untuk memperluas penyebaran Islam ke Mesir karena  melihat bahwa rakyat Mesir telah lama menderita akibat ditindas oleh penguasa Romawi dibawah Raja Muqauqis. Sehingga mereka sangat memerlukan uluran tangan untuk membebaskannya dari ketertindasan itu. Muqauqis sebenarnya  tertarik ingin  masuk Islam setelah menerima surat dari Rasulullah SAW. Namun, karena lebih mengutamakan  tahtanya maka sebagai tanda simpatinya maka  ia memberikan  hadiah kepada Rasulullah SAW.
alasan  Amru bin Ash memandang bahwa Mesir dilihat dari ke militerannya maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Maka dengan persetujuan  Khalifah Umar bin Khattab
amru bin as membebaskan Mesir dari kekuasaan Romawi pada tahun 19 H (640 M) hingga sekarang. Dia hanya membawa 400 orang pasukan karena sebagian besar diantaranya tersebar di Persia dan Syria. Berkat siasat yang baik serta dukungan masyarakat yang dibebaskannya maka ia berhasil memenangkan berbagai peperangan. Mula-mula memasuki kota Al-Arisy dan dikota ini tidak ada perlawanan, baru setelah memasuki Al-Farma yang merupakan pintu gerbang memasuki Mesir mendapat perlawanan, oleh Amru bin Ash kota itu dikepung selama 1 bulan. Setelah Al-Farma jatuh, menyusul pula kota Bilbis, Tendonius, Ainu Syam hingga benteng Babil (istana lilin) yang merupakan pusat pemerintahan Muqauqis. Pada saat hendak menyerbu Babil yang dipertahankan mati-matian oleh pasukan Muqauqis itu, datang bala bantuan 4.000 orang pasukan lagi dipimpin empat panglima kenamaan, yaitu Zubair bin Awwam, Mekdad bin Aswad, Ubadah bin Samit dan Mukhollad sehingga menambah kekuatan pasukan muslim yang merasa cukup kesulitan untuk menyerbu karena benteng itu dikelilingi sungai. Akhirnya, pada tahun 22 H (642 M) pasukan Muqauqis bersedia mengadakan perdamaian dengan Amru bi Ash yang menandai berakhirnya kekuasaan Romawi di Mesir.
Pada awal abad ke – 19 dengan di ilhami oleh gerakan para islamisme muncul gerakan kemerdekaan di afrika. Pada tahun 1843, Syyid Muhamad Sanusi mengadakan gerakan pemurnia agam Islam di lanjitkan oleh putranya Sanusi Al Mahdi pada tahun 1859. Di afrika barat perkembabangan nya sangat pesat.
Juga di Abbasiania, sehingga seluruh penduduk Abbasiania memeluk agam islam. Akibat perang dunia ke 1 dan ke 2. Bermuncullah negara negara islam , seperti Libiya Merdeka 1952, Sudan 1955, Maroko 1956, Tunisia 1956, Gunia Dan Mauritania 1956.
Pada tahun 1945 berdirilah LIGA ARAB, yang merupakan persatuan negara – negara islam di arab dan afrika, beranggota 20. Memiliki 10 komite : plitik, kebudayaan, ekonomi, sosial, militer, legal affairs, penerangan, kesehataan, perhubungan, dan hak asasi manusia. Tahun 1950 berdiri Dewan Ekonomi Liga Arab. Negara islam di afrika juga ikut mendirikan rabhithah alam islmi pada tahun 1962. Menitik beratkan pada masalah pendidikan, sosial dan dakwah
ditinjau dari segi jumlah kau muslimin di negara – negara affrika adalah sebagai berikut
1. Negara Negara 100% Islam : Lybia, Somalia, Mouritania.
2. Negara Negara 90 – 99 % Islan : Maroko, Senegal, Gunicia, Mesir, Aljazair, Mali, Tunisia
3. Negara Negara  80 – 89 %  Islam : Chaddan Suddan
4. Negara Negara  70 – 79 % Islam  : Albania, Nigeria, Eritria
Pemabahasan mengenai masuk dan berkembangnya Islam di Afrika mencakup beberapa wilayah Negara
Diantaranya yaitu :.

a. Mesir
Mesir adalah kawasan Afrika pertama yang menerima masuknya Islam di benua ini, penduduknya lebih kurang 42 juta jiwa, dimana sekitar tigs jutanya beragama Kristen selebihnya beragama Islam. Bahkan, di kota Iskandariyah hingga kini masih terjaga segala macam kebesaran umat Nasrani Orthodox tanpa diganggu keberadaannya oleh umat Islam. Di Mesir terdapat delapan universitas diantara yang termashyur ke seluruh dunia ialah Al-Azhar di Kairo yang didirikan oleh Bani Fathimiyah pada tahun 972 M. Disana banyak mahasiswa-mahasiswa yang belajar dari seluruh dunia termasuk dari Indonesia yang kebanyakan mendapat beasiswa untuk belajar ilmu agama maupun pendidikan umum seperti kedokteran, tekhnik dan lain-lainnya.
Sementara itu, perluasan pengaruh Islam di kawasan Tunisia telah terjadi sejak pemerintahan Khalifah Usman bin Affan tahun 23-35 H (644-656 M) oleh Panglima Abdullah bin Sa’ad bin Abi Sarah dengan menghancurkan tentara Romawi yang telah jatuh reputasinya. Sehingga pasukan Abdullah bin sa’ad dengan mudah menguasainya. Sedang masuknya Islam ke Maghribil Aqsha atau Afrika Utara sesudah berdirinya daulah Bani Umayah dibawah pimpinan Khalifah Walid bin Abdul Malik, yang memberikan tugas tersebut kepada Panglima Musa bin Nushair yang akhirnya ditunjuk sebagai gubernur wilayah itu.

b. Libya
Negeri Mouamar Ghadafi ini merupakan kawasan terpanas di Timur Tengah, dengan luas 1.795.540 km berpenduduk ± 3 juta jiwa terdiri dari bangsa Arab, Barbar serta Palestina hampir seluruhnya beragama Islam. Rakyat hidup dari sektor pertanian, dan setelah ditemukan sumur-sumur minyak berkualitas tinggi sebagian penduduknya menjadi tenaga kerja dalam industri ini, selebihnya mengandalkan tenaga-tenaga asing.

c. Nigeria
Nigeria terletak di sebelah barat Afrika termasuk negara yang kaya minyak yang diekspor ke Amerika Serikat terbesar kedua setelah Saudi Arabia. Penduduknya terdiri atas macam-macam suku bangsa berjumlah ± 90 juta dan 75 % beragama Islam selebihnya Kristen maupun Animisme. Negeri-negeri yang menikmati pengaruh Islam di kawasan Afrika dan hingga kini penduduknya mayoritas beragama Islam antara lain Maroko, Sudan, Al-Jazair, dan Ethiopia.

d. Aljazair
           Aljazair menjelang penaklukan Perancis diperintah oleh sebuah rezim yang banyak dalam hal menyerupai rezim yang berkuasa di Iraq dan Syiria. Pada awal dekade ke-19, rezim Aljazair sedang mengalami kemunduran dan thariqat Sufib besar melancarkan pembrontakan sporadis sebagai reaksi terhadap bebas fiskal yang diberlakukan oleh pemerintah pusat.
           Kekacaun masyarakat Aljazair dalam kondisi yang rentan bagi eksploitasi ekonomi. Sejumlah tanah yng luas dirampas. Beberapa Muslim pemilik tanah beralih dari penghidupan pertanian menuju ekonomi pasar. Sementara pihak Perancis berdalih bahwasannya kemiskinan warga Muslim merupakan sesuatu yang inheren dalam keterbatasan sosial dan kultutr mereka, atau karena tidak adanya dana yang cukup untuk mengatasi mentalitas pra-pasar.
           Selama beberapa dekade kolonial Perancis telah berjuang dan akhirnya meraih penguasaan terhadap pemerintaha Aljazair  dan integrasi politik Aljazair. Pada tahun 1860 Napoleon III datang ke Aljazair dan dinyatakanlah bahwasannya tugas utamanya adalah melindungi rakyat Arab yang berjumlah 3.000.000 jiwa.

B. Perkembangan Minoritas Islam di Cina, Jepang dan Asia Tenggara

1. Cina
Agama Islam masuk ke Wilayah Cina sekitar abad ke-10, yaitu langsung dari bangsa Arab dan para saudagar yang datang dari India. Agama Islam masuk ke Cina dengan melalui perdagangan darat dan laut yang disebut jalan sutera. Adapun pertama kali terjadinya penyebaran Islam di Cina yaitu pada masa Dinasti Tang.
Melalui pergaulan, perdagangan dan dengan pernikahan pedagang Arab dengan penduduk asli Cina, kemudian masuk Islamlah mereka. Orang-orang India yang mengembara ke Indonesia, Malaysia, kadang-kang singgah di Cina. Ketika singgah di cina mereka (orang-orang India) menyebarkan agama Islam kepada penduduk asli Cina, dan orang-orang yang memeluk Islam sudah banyak yang bertempat tinggal di Cina.
H. Muhammad You Nusi Maliangjie (68) adalah salah satu pemimpin Islam di cina yang pernah berkunjung ke Indonesia. Beliau Imam besar Chin Cheen The She (Mesjid Agung) di RRC Tengah, salah satu delapan masjid terbesar di Cina. Masjid tersebut dibangun 1300 tahun yang lalu perpaduan khasanah arsitektur Islam dan Cina dan mampu menampung 8000 jamaah.Menurut you nusi, jumlah umat Islam di Cina sekarang sekitar 20 juta. Agama Islam di Cina dapat berkembang dengan pesat, meskipun negara itu menganut komunis. Jumlah muslim yang menunaikan Ibadah Haji tiap tahun selalu meningkat, dan pada tahun 1994 mencapai 2000 orang. Ada satu kendala yang dirasakan umat Islam dalam pengembangannya, yaitu sistem komunisme yang membolehkan rakyatnya berproganda anti agama.
Agama Islam masuk ke Wilayah Cina sekitar abad ke-10, yaitu langsung dari bangsa Arab dan para saudagar yang datang dari India. Agama Islam masuk ke Cina dengan melalui perdagangan darat dan laut yang disebut jalan sutera. Adapun pertama kali terjadinya penyebaran Islam di Cina yaitu pada masa Dinasti Tang.
Melalui pergaulan, perdagangan dan dengan pernikahan pedagang Arab dengan penduduk asli Cina, kemudian masuk Islamlah mereka. Orang-orang India yang mengembara ke Indonesia, Malaysia, kadang-kang singgah di Cina. Ketika singgah di cina mereka (orang-orang India) menyebarkan agama Islam kepada penduduk asli Cina, dan orang-orang yang memeluk Islam sudah banyak yang bertempat tinggal di Cina.
H. Muhammad You Nusi Maliangjie (68) adalah salah satu pemimpin Islam di cina yang pernah berkunjung ke Indonesia. Beliau Imam besar Chin Cheen The She (Mesjid Agung) di RRC Tengah, salah satu delapan masjid terbesar di Cina. Masjid tersebut dibangun 1300 tahun yang lalu perpaduan khasanah arsitektur Islam dan Cina dan mampu menampung 8000 jamaah.Menurut you nusi, jumlah umat Islam di Cina sekarang sekitar 20 juta. Agama Islam di Cina dapat berkembang dengan pesat, meskipun negara itu menganut komunis. Jumlah muslim yang menunaikan Ibadah Haji tiap tahun selalu meningkat, dan pada tahun 1994 mencapai 2000 orang. Ada satu kendala yang dirasakan umat Islam dalam pengembangannya, yaitu sistem komunisme yang membolehkan rakyatnya berproganda anti agama.

2. Jepang
Islam mula-mula masuk ke jepang  pada zaman Reistorasi Meiji pada tahun 1867, yang ditandai dari literature mengenai islam yang dikenal dari Eropa. Pada tahun 1890 terjadi peistiwa penting yang mempertemukan jepang dan islam . peristiwa ini dikenal dengan “Kapal Entragul”. Sebuah kapal turki singgah di jepang dalam urusan diplomatic. Akan tetapi salam perjalanan pulangnya kapal tersebut karam. Dari 600 penumpang hanya 69 orang yang selamat. Pemerintah bersama – sama rakyat berusaha menolong penumpang yang selamat. Dan mengadakan upacara penghormatan bagi arwah penumpang yang meninggal. Kemudian yang selamat kembali ke turki. Pada tahun 1891, dikirimlah utusan dari turki ke jepang dan terjalinlah hubungan yang baik antara turki dan jepang. Hal ini sangat menguntungkan bagi jepang dalam melawan rusia. Pada saat armada kapal rusia melintasi laut Baltik, Turki memberitahukannya kepada jepang. Sehinnga jepang memperoleh kemenangan dalam melawan rusia. Setelah peristiwa itu, pada tahun 1900-an untuk pertama kalinya orang muslim jepang pergi haji ke Mekah. Sejak saat itu islam dikenal lebih luas di jepang. Orang jepang yang pertama kali masuk islam adalah Torajiro Yamada. Kemudian disusul oleh Mitsutaro Takaoka pada tahun 1909,yang kemudian mengganti namanya menjadi Omar Yamaoka setelah pulang dari ibadah haji. Kemudian Bunpachiro Ariga tahun 1946, yang kemudian berganti nama menjadi Achmad Ariga, seorang pedagangyang mendapat pengaruh islam dalam perjlanan ke India. Kemudian ada lagi nama Hilal Torajiro 1957. Yarullah Tanaka Ippei 1934, dan lain-lain.
Islam di jepang berkembang pesat saat berkecamuknya Perang Dunia II. Kemudian satu lagi pada saat terjadi krisis minyak dunia,. Islam mencapai puncak kejayaannya di jepang pada tahun 1973. namun perkembangan islam di jepang tidak sama halnya dengan pekembangan island pada masa dinasti abbasiyah yang berada di timur tengah. Islam di jepang hanyalah islam yang bersifat minoritas semata, jauh berbeda dengan islam di timur tengah. Kalau pada masa dinasti abbasuyah,agama islam berkuasa secara penuh dikarenakan semua penduduk menganut agama islam, lain halnya denga islam yang ada di jepang yang hanya sebagian kecil penduduknya yang menganut agama iskam.
Setelah usainya krisis minyak dunia islam pun kembali mulai dilupakan oleh masyarakat jepang. Setelah itu agama islam seolah-olah sulit berkemang di Negara ini. Hal ini disebabkan oleh ketaatan masyarakat jepang pada  agama Shinto dan Budha.
Perkembangan agama islam di jepang pada saat ini.
Pada saat ini islam sudah mengalami perkembangan yang cukup pesat di jepang. Berdasarkan perkiraan Islamic Centre, jumlah penganut agama islam di jepang suadah mencapai 70.000 smpai debgan 200.000 orang. Penganut islam terbanyak adalah bersal dari luar jepang. Menurut Michael penn, dari total keseluruhan penganut islam di jepang hanya sekitar 10 % yang merupakn berasal dari penduduk asli jepang. Sedanmgkan 90 % merupakan penduduk pendatang dai luar jepang. Sebagian besar pemeluk agama islam di jepang adalah para pelajar dan para imigran dari Negara- Negara asia tenggara dan timur tengah.merkatersebar di banyak tempat, seperti di Tokyo, Nagoya, Osaka, Kobe dan tempat-tempat lainnya.salah satu sebab agama islam bisa berkembang di jepang adalah karena bagusnya iklim toleransi
yang ada di masyarakat jepang. Dan adanya jaminan kebebasan beargama oleh pemerintah jepang. Toleransi penduduk asli terhadap agama baru sangat tinggi. Misalnya saja : pada jamuan makan / minum selalu ditanyakan apakah ada yang berpantang terhadap daging atau minuman yang mengandung alkohol.
Di jepang terdapat ratusan mesjid. Jumlah mesjid terbanyak berada di daerah Tokyo. Mesjid tertua adalah Mesjid Kobe. Mesjid terbaru sekarang dadlah mesjid gitu yang terletak di daerah Provinsi Aichi. Dakwah-dakwah dilakukan secara terorganisir dan rapi dan juga dilakukan secara individual kepada kelurga. Dakwah-dakwah dilakukan secara rutin terhadap komunitas-komunitas muslim di sini. Di Negara ini terdapat beberapa organisasi islam, dintaranya Japan Muslim Asociatin dan Japan Islamic Congres. Negara ini pernah menyelenggarakan seminar internasional yang diselenggarakan oleh JIC (Japan Isl;Amic Congres). Dengan adanya organisasi ini sangat berpengaruh terhadap perkembangan agama islam di jepang. Organisasi ini menyediakan markas kegiatan social pendidikan dan social keagamaan. Organisasi keagamaan juga menyelenggarakan acara bersama dan juga diskusi untuk menambah pengetahuan keislaman. Selain itu acara ini juga efektif dalam membina persaudaraan sesama muslim. Dengan adanya organisasi keagamaan ini merupakan salah satu upaya yang mampu men dorong  pengembangan agama islam serta mengenalkan agama islam secara lebih luas pada masyarakat Jepang dan cosmopolitan.

3. Asia Tenggara

a. Indonesia
Pada pertengahan abad ke-19, Brlanda dan Inggris telah mengukuhkan imperium mereka diatas Indonesia  dan Malaysia. Umst islam di wilayah ini belum merupakan bagian dari kesatuan imperiumdan budaya, melainkan mereka terbagi dalam banyak etnik dan bahasa. Mengenai perkembangan Islam di Indonesia kan dibahas khusus pada bab Perkembangan Islam di Indonesia. Karena itu, paa pembahasan kali ini, hanya kami tulis secara singkat. Agama Islam masuk ke Indonesia pada abad ke-7 dibawa oleh pedagang Islam dari Arab, Gujarat dan Malabar. Cara menyiarkan Islam   tidak dengan kekerasan atau paksaan. Adapun daerah-daerah yang mula-mula dimasuki Islam ialah Sumatera bagian Utara, sumatera Barat dan Jawa Tengah.
Perkembangan Islam di Sumatera dapat pesat setelah kerajaan Sriwijaya mengalami kemunduran, terutama di Samudera Pasai. Dari Samudera Pasai Islam berkembang ke Malaka, Minangkabau, Riau, Tapanuli dan lain-lainnya.
Agama Islam masuk ke Jawa pada masa pemerintahan Ratu Sima (674 M) dan Islam dapat berkembang dengan pesatnya setelah kerajaan Hindu di Majapahit mengalami kemerosotan. Adapaun yang sanagt berperan dan berjasa menyiarkan agama Islam ke seleruh pelosok Jawa ialah Wali Songo.
Sedangkan perkembangan agama Islam di Sulawesi tidak sepesat seperti di Sumatera dan Jawa, karena adanya pertentangan Islam dengan kerajaan yang belum Islam demi kepentingan politik.
Adapun perkembangan Islam di Kalimantan sangat pesat, sejak Sultan Suryanullah tahun 1550 M. Demak mengirimkan para penghulu untuk mengajar agama Islam kepada masyarakat Kalimantan. Agama Islam berkembang di Kutai ± tahun 157 M, di Brunei sejak abad Ke-15, di Kalimantan Barat sejak tahun 1550 M , dan kepada suku Dayak tahun 1677 M. Bersamaan dengan berkembangnya agama Islam maka berdirilah kerajaan-kerajaan Islam di Indonesia antara lain di Demak, Pajang, Mataram, Banten, Kalimantan, Sulawesi dan Sumatera.
Agama Islam di Indonesia dapat berkembang dengan baik dan pesat. Hal itu terbukti sekitar 88 % (1985) penduduk menganut agama Islam, kemudian tempat-tempat ibadah banyak dibangun disetiap kota-kota, desa dan lain sebagainya. Tempat-tempat pengajian, tempat-tempat TPA atau Taman Pendidikan Al-qur’an hampir di setiap kampung ada. Disamping itu, pada hari raya Idul Fitri, hari raya Qurban kita dapat menyaksikan orang Islam berduyun-duyun ke lapangan untuk shalat. Juga dalam pembagian zakat fitrah, penyembelihan hewan kurban dan pelaksanaan ibadah haji, yang tiap tahun calon jamaah haji Indonesia selalu bertambah dan untuk tahun 1995 calon haji (yang mendaftar) samapai 240.000 orang sehingga melebihi kuota.
Maraknya jilbab di sekolah-sekolah dan kampus-kampus perguruan tinggi, maraknya gerakan dakwah kampus, lahirnya organisasi remaja masjid, pesantren-pesantren kilat pada masa liburan sekolah, lahirnya ICMI, Bank Muamalat, Asuransi Islam dan sebagainya. Semua itu, menunjukan bahwa agama Islam dapat berkembang baik di Indonesia.

b. Malaysia
Sekitar abad ke-14 agama Islam masuk ke Malaysia dibawa oleh pedagang dari Arab, Persia, Gujarat dan Malabar. Disamping itu, ada seorang ulama bernama Sidi Abdul Aziz dari Jeddah yang mengislamkan pejabat pemerintah Malaka dan kemudian terbentuklah kerjaan Islam di Malaka dengan rajanya yang pertama Sultan Permaisura. Setelah beliau wafat diganti oleh Sultan Iskandar Syah dan penyiaran Islam bertambah maju, pada masa Sultan Mansyur Syah (1414-1477 M). Sultan suka menyambung tali persahabatan dengan kerajaan lain seperti Syam, Majapahit, dan Tiongkok.
Kejayaan Malaka dapat dibina lagi sedikit demi sedikit oleh Sultan Aludin Syah I, sebagai pengganti Muhammad Syah. Kemudian pusat pemerintahannya dari Kampar ke Johor (Semenanjung Malaka). Sultan Alaudin Syah I dikenal sebagai Sultan Johor yang pertama dan negeri Johor makin nertambah ramai dengan datangnya para pedagang dan pendatang. Sampai sekarang perkembangan agama Islam di Malaysia makin bertambah maju dan pesat, dengan bukti banyaknya masjid-masjid yang dibangun, juga terlihat dalam penyelenggaraan jamaah haji yang begitu baik. Sehingga dapat dikatakan bahwa perkemabangan Islam di Malaysia, tidak ada hambatan. Bahkan, ditegaskan dalam konstitusi negaranya bahwa Islam merupakan agama resmi negara. Di kelantan, hukum hudud (pidana Islam) telah diberlakukan sejak 1992. kelantan adalah negara bagian yang dikuasai partai oposisi, yakni Partai Al-Islam se-Malaysia (PAS) yang berideologi Islam. Dalam pemilu 1990 mengalahkan UMNO dan PAS dipimpin oleh Nik Mat Nik Abdul Azis yang menjabat sebagai Menteri Besar Kelantan.

c. Thailand
Agama Islam masuk ke Thailand dengan melalui Kerajaan Pasai (Aceh). Ketika Kerajaan Pasai ditaklukan Thailand, raja Zainal Abidin dan orang-orang Islam banyak yang ditawan. Setelah mereka membayar tebusan mereka dikeluarkan dari tawanan, dan para tawanan tersebut ada yang pulang dan ada juga yang menetapa di Thailand, sehingga mereka menyebarkan agama Islam.
Ketika raja Thailand menekan Sultan Muzaffar Syah (1424-1444) dari Malak agar tetap tuduk kepada Thailand dengan membayar upeti sebanyak 40 tahil emas per tahun ditolaknya, kemudian Raja Pra Chan Wadi menyerang Malaka, tetapi penyerangan tersebut gagal. Pada masa pemerintahan Sultan Mansyur Syah (1444-1477) tentara Thailand di Pahang dapat dibersihkan. Wakil Raja Thailand yang bernama Dewa Sure dapat ditahan, tetapi beliau diperlakukan dengan baik. Bahkan, puterinya diambil istri oleh Mansyur Syah untuk menghilangkan permusuhan antara Thailand dengan Malaka. Pada akhir-akhir ini, muslim Pattani cukup lama mendapat tekanan dan penindasan dari rezim Bangkok yang memeluk Budha.

e. Filipina
Berdasarkan catatan Kapten Tomas Forst tahun 1775 M, ada orang Arab yang mula-mula masuk pulau Mindanau (Filiphina) adalah Mubalig yang bernama Kebungsuan pada abad ke-15 M. Sedangkan yang menyebarkan agama Islam di pulau sulu ialah Sayid Abdul Aziz (Sidi Abdul Aziz) dari Jeddah. Ulama ini juga mengislamkan raja Malaka pertama yang semula beragama Hindu, yakni Permaisura diganti dengan Muhammad Syah. Kemudian yang disusun dengan mubalig Abu Bakar yang menyebarkan Islam ke Pulau Sulu, Pulau Luzon dan sebagainya.
Muslim di Filipina adalah minoritas dan nasib mereka sekarang sangat memprihatinkan. Seperti nasib muslim di Thailand, Kamboja, Vietnam, Myanmar, di situ umat Islam mendapat gangguan, tekanan bahkan pembasmian dari pihak-pihak yang memusuhinya. Hingga kini muslim Moro terus berjuang untuk memperoleh otonomi karena mereka selalu ditindas dan diperlakukan sebagai warga kelas dua oleh pemerintah Manila. Oleh karena itu, muslim Moro terus berjuang mempertahankan diri, agama dan identitas sebagai muslim.

f. Brunei Darussalam
Agama Islam di Brunei dapat berkembang dengan baik tanpa ada hambatan-hambatan. Bahkan, agama Islam di Brunei merupakan agama resmi negara. Untuk pengembangan agama Islam lebih lanjut telah didatangkan ulama-ulama dari luar negeri, termasuk dari Indonesia. Masjid-masjid banyak didirikan. Umat Islam di Brunei menikmati kehidupan yang benar-benar sejahtrera sesuai dengan namanya Darussalam (negeri yang damai).
Pendapatan perkapita negara ini termasuk tertinggi di dunia. Pendidikan dan perawatan kesehatan diberikan secara cuma-cuma oleh pemerintah. Negara Brunei Darussalam merupakan negara termuda di Asia Tenggara (merdeka tahun 1984 dari Inggris). Penduduk Brunei Darussalam mayoritas beragama Islam.

BAB III
PENUTUP

A.    KESIMPULAN
Islam mampu memasuki Eropa, meskipun bukan dengan kekuatan politik militer, tetapi melalui :
• Saluran-saluran diplomatik dan kekuatan intelektual
• Banyaknya  imigran yang berasal dari negara-negara jajahan Eropa di Asia dan Afrika yang datang ke Eropa.
• Agama  Islam mendapat tempat cukup tinggi dikalangan masyarakat.
• Berkat usaha keras para pejuru dakwah,
Sehingga agama Islam mengalami perkembangan yang cukup berarti di negara-negara Eropa
Di Benua Afrika pun Islam mampu masuk ke Benua tersebut, Amru bin Ash  memandang bahwa Mesir dilihat dari ke militerannya maupun perdagangan letaknya sangat strategis, tanahnya subur karena terdapat sungai Nil sebagai sumber makanan. Oleh karena islam mampu ditrima oleh penduduk Afrika.
Masuknya islam ke Asia tenggara karena Asia Tenggara teletak didaerah strategis dan beberapa hal lainnya yaitu:
• Kedudukan Asia Tenggara di tengah perjalanan Timur Barat.
• Dihubungi dengan Selat Melaka dan Laut Cina Selatan.
• Hubungan penting Cina dan India.
• Mewujdkan banyak bandar spt: Sriwijaya, Perlak, Pasai, Melaka, Bantam, Cheribon, Makasar, Brunei, dan Pattani.



DAFTAR PUSTAKA

Amir, Munir Samsul. Sejarah Peradaban Islam. Jakarta: Amazah, 2009.
Lapidus, Ira M. Sejarah Sosial Umat Islam. Jakarta: Rajawali Press, 1999.
http://suryaputraalhikmah.blogspot.com/2012/03/islam-di-asia-timur-cina-dan-jepang
http://hbis.wordpress.com/2007/12/11/perkembangan-islam-di-dunia/
sugiono, muhammad  sulaiamn.2013.perjalanan sejarah keebudayaan islam.PT Tiga serangkai pustaka mandiri
Rofiq, Ammad Choirul.2009.Sejarah Peradaban Islam(Dari Masa klasik Hingga Modern).Yogyakarta:STAIN Ponorogo Press